Jeritan Warga Perumahan Maharta Tangsel yang Jadi Langganan Banjir

Rabu, 9 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGSEL

Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan pada Minggu (6/4) sore kembali memicu banjir besar di Perumahan Maharta, Pondok Kacang. Dalam hitungan menit, ketinggian air mencapai 130 sentimeter, merendam rumah warga, warung, dan menyisakan lumpur serta tumpukan sampah saat air mulai surut pada Senin dini hari (7/4) sekitar pukul 03.00 WIB.

Bagi warga Maharta, banjir bukan lagi musibah tahunan. Kini, mereka harus bersiap menghadapi tamu bulanan yang selalu datang tanpa undangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau boleh nangis, saya udah nangis batin. Setiap hujan, kami panik,” ujar Bambang (50), pemilik warung pecel lele yang telah tinggal di Maharta sejak 1991. Ia mengaku telah kehilangan ketenangan hidup akibat banjir yang datang silih berganti.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian Sosial, IKPP Tangerang Mill Santuni Anak Yatim di Pondok Aren dan Kelapa Dua

Selama Maret hingga awal April 2025, kawasan Maharta sudah tiga kali terendam banjir. Warga menyebut jembatan baru yang dibangun terlalu tinggi dan mempersempit aliran kali sebagai biang keladi utama. Air pun meluap tanpa bisa mengalir lancar ke hilir.

Samratuti (60), warga lainnya, hanya bisa pasrah saat tiba di rumahnya yang sudah tergenang air. “Saya cuma sempat selamatkan bantal, sepatu. Kulkas, sofa, beras semua kerendam. Tipi untungnya nyantol di dinding,” ucapnya. Ia menggambarkan Maharta kini seperti wajan besar yang menampung air tanpa jalan keluar. “Jembatan ditinggikan tapi kami yang terendam. Seperti wajanlah. Kayak tekukan yang di sini, airnya enggak bisa keluar,” ujarnya lirih.

Baca Juga :  PKK Dorong Kemandirian Warga Lewat Program Nyata

Warga berharap pemerintah segera turun tangan, meninjau ulang proyek jembatan dan memperbaiki sistem drainase agar Maharta tak lagi menjadi langganan banjir.(hrs/kmps/hmi)

Berita Terkait

DPMPT SP Mempermudah Pembuatan NIB Pasar Anyar Jadi Pusat Pemantauan Harga dan Layanan Usaha
Dari Benteng Reborn, Mimpi Juara Sepak Bola Banten Jadi Nyata
Tak Ikut WFH, Dishub Tangerang Pastikan Transportasi Tetap Lancar
Penerimaan Murid Baru Makin Jelas, Juknis SPMB 2026/2027 Resmi Disahkan
Dinsos Tangerang Uji Kompetensi PSM dalam Seleksi Pilar Sosial 2026
130 Unit Kendaraan Terjaring Penertiban, Samsat Ciledug Berikan Souvenir kepada Masyarakat Taat Pajak
Aktivis Nilai CSR Kota Tangerang Belum Maksimal
RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

DPMPT SP Mempermudah Pembuatan NIB Pasar Anyar Jadi Pusat Pemantauan Harga dan Layanan Usaha

Minggu, 12 April 2026 - 11:42 WIB

Dari Benteng Reborn, Mimpi Juara Sepak Bola Banten Jadi Nyata

Jumat, 10 April 2026 - 13:25 WIB

Tak Ikut WFH, Dishub Tangerang Pastikan Transportasi Tetap Lancar

Kamis, 9 April 2026 - 19:35 WIB

Penerimaan Murid Baru Makin Jelas, Juknis SPMB 2026/2027 Resmi Disahkan

Kamis, 9 April 2026 - 14:28 WIB

Dinsos Tangerang Uji Kompetensi PSM dalam Seleksi Pilar Sosial 2026

Berita Terbaru

headline

Aktivis Lingkungan Tanam 5.000 Mangrove di Pesisir Tangerang

Kamis, 16 Apr 2026 - 18:45 WIB

headline

Layanan Aduan Diperkuat, Diskominfo Gelar Rakor

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:44 WIB

Banten Raya

741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:42 WIB

headline

Pemkot Tangerang Lanjutkan Perbaikan Jalan Sangego–Bayur

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:40 WIB