bantenraya.co | TANGERANG
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil menjaga tren positif stabilitas perekonomian daerah dengan menurunkan angka inflasi hingga menyentuh 1,54 persen pada April 2026.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti konkret konsistensi penurunan inflasi dalam beberapa bulan terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang, tren inflasi menunjukkan penurunan bertahap sejak awal tahun, yakni Januari sebesar 3,52 persen, Februari 4,64 persen, Maret 3,01 persen, hingga April mencapai titik terendah 1,54 persen.
“Kami berhasil menjaga tren penurunan inflasi dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan pada April ini menjadi yang terendah sebesar 1,54 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,74 dan inflasi month to month mengalami deflasi sebesar -0,11 persen,” ujar Ruta, Senin (5/4/2026).
Capaian tersebut juga tercatat sebagai yang paling rendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Banten, yang secara keseluruhan mencatat inflasi sebesar 2,14 persen.
Ruta menjelaskan, beberapa komoditas masih menjadi penyumbang inflasi, di antaranya sektor transportasi udara yang mencapai 14,55 persen. Sementara dari sektor pangan, komoditas seperti cabai merah menyumbang 10,26 persen dan minyak goreng sebesar 3,98 persen.
Meski demikian, Pemkot Tangerang terus mengantisipasi potensi kenaikan harga dengan berbagai langkah strategis, termasuk menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok.
“Kami terus berkomitmen menjaga stabilitas perekonomian, terutama menjelang Hari Raya Iduladha, dengan memastikan ketersediaan pasokan tetap aman di tengah meningkatnya permintaan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan capaian ini, Kota Tangerang dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika harga yang fluktuatif. (wil/dam)







