bantenraya..co | TANGERANG
Persaingan usaha di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil membuat banyak madrasah berinovasi.
Langkah ini ditempuh agar siswa yang mengecap pendidikan di madrasah tidak hanya unggul di bidang akademik dan juga agama, namun juga memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal siswa ketika terjun ke masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Pendidikan Islam Bina Insan Kamil (Yabika), memberikan kesempatan bagi siswa untuk menggali lebih dalam potensi yang ada di sekitarnya, hingga mampu menjadi peluang usaha bukan hanya untuk bertahan hidup tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan.
“Sebagai madrasah, MA Yabika memiliki kelas disain dan menjahit,” terang Ahmad Faozi, S.Pd.I, Kepala MA Yabika Jambe.
Kelas ini, menurut Faozi, memberikan banyak masukan kepada siswa. Di sini siswa tidak hanya diajarkan bagaimana mengelola sesuatu menjadi produk tapi juga bagaimana memasarkannya sendiri, hingga menjadi tambahan pemasukan bagi siswa itu sendiri.
“Kelas ini dapat menjadi bekal siswa agar lebih kreatif dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitar tempat tinggal siswa,” ujarnya.
Senada degan Faozi, Ketua Yayasan Yabika Jambe, Hj. Siti Izzatul Yazidah., M.Pd mengatakan, kelas ini memberikan siswa ruang seluas-luasnya untuk berkreasi sesuai keinginannya.
Sehingga, mereka dapat membuat banyak inovasi yang nantinya bisa berguna bagi banyak orang.
”Anak-anak diberikan kebebasan berkreasi, mengolah hasil karya menjadi sesuatu yang menarik, memasarkannya sendiri hingga akhirnya mereka jadi tahu bagaimana sesuatu yang mungkin dianggap tidak berguna dapat bernilai tinggi setelah diberi sedikit sentuhan,” tutur Hj. Siti Izzatul.
Untuk itu, jelas Siti Izzatul, madrasah membekali keterampilan agar bagi siswa yang tidak melanjutkan kuliah dapat tetap produktif dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
Selain menjahit, siswa madrasah yang berlokasi di Jalan Perum Asabri, RT. 03/01 Desa Kutruk, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, siswa juga diajarkan membuay lilin aroma terapi berbahan minyak jelantah, bahkan siswa mampu mendeteksi borak dengan bahan alami, seperti kunyit.
“Karya-karya siswa ternyata laku di pasaran. Ini menunjukan program entrepreneur berhasil,” tegas Hj. Siti Izzatul. (*)
Penulis : Den
Editor : Mas







