MDMC Berharap Pesantren Bentuk Santri Siaga Bencana

Rabu, 23 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGERANG

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Tangerang berharap pesantren dapat membentuk santri siaga bencana, sehingga mereka bisa melakukan respons cepat ketika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

“Dengan mengajak rekan-rekan dari pondok pesantren diharapkan dapat membentuk santri siaga bencana,” kata Budi Nur Indra, Ketua MDMC Kabupaten Tangerang, saat memberikan pelatihan santri siaga bencana di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kabupaten Tangerang, Rabu (23/07/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut Budi memaparkan, santri siaga bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan anak-anak dalam menghadapi bencana, khususnya di lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Kapolda Banten Jalin Silaturahmi Kamtibmas Bersama PWI Banten

Kata Budi, program tersebut memberikan pendidikan kebencanaan serta untuk membangun pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk mempersiapkan dan mengatasi bencana.

“Sosialisasi kebencanaan bagi santri merupakan hal yang penting sebagai upaya melindungi dari potensi bencana,” ungkap Budi.

Ia mengatakan, santri siaga bencana penting bagi anak-anak untuk belajar tentang lingkungannya, agar nantinya juga bisa memberikan informasi kewaspadaan bencana kepada keluarga maupun warga sekitar.

Baca Juga :  Ingin Pelayanan Kesehatan Merata, Dinkes Canangkan ILP

Menurut Budi, konsep pendidikan kebencanaan juga meliputi hubungan manusia dengan alam dan lingkungan, seperti pencemaran, pelestarian alam, dan transportasi, sehingga sosialisasi kebencanaan bagi santri dinilai penting di daerah yang berpotensi bencana alam.

“Pembentukan santri siaga bencana bermanfaat karena santri dapat memiliki kemampuan untuk memitigasi dan dapat menyalurkannya ke masyarakat luas, karena tidak menutup kemungkinan di pondok pesantren pun dapat terjadi bencana,” beber Budi. (*)

Penulis : Den

Editor : Mas

Berita Terkait

Hari Lingkungan Hidup 2026, IKPP Tangerang Hijaukan Pesisir Utara dengan 10.000 Mangrove Langka
Perumda TKR Perluas Jaringan Air Bersih ke Cluster Catalina Gading Serpong
Wujudkan Pemerataan Layanan ,PERUMDAM TKR Perluas Jaringan Air Bersih
Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak
Polisi Sita Ratusan Butir Obat Keras di Malingping
Jelang Idul Adha, Pemkab Tangerang dan Forkopimda Perketat Pengawasan Hewan Kurban ASUH
Kabupaten Tangerang Jadi Contoh Nasional Pengawasan Pemilu
Marching Band Inter Siswa Competition 2026 Tingkat Provinsi Banten Digelar
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:47 WIB

Hari Lingkungan Hidup 2026, IKPP Tangerang Hijaukan Pesisir Utara dengan 10.000 Mangrove Langka

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:09 WIB

Perumda TKR Perluas Jaringan Air Bersih ke Cluster Catalina Gading Serpong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:31 WIB

Wujudkan Pemerataan Layanan ,PERUMDAM TKR Perluas Jaringan Air Bersih

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:40 WIB

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:38 WIB

Polisi Sita Ratusan Butir Obat Keras di Malingping

Berita Terbaru