bantenraya.co | TANGERANG
Realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang, banyak yang belum menyasar siswa madrasah.
Dibeberapa madrasah, seperti MIN 6 Kabupaten Tangerang dan MIN 7 Kabupaten Tangerang, sampai saat ini, anak didiknya belum mendapatkan MBG yang merupakan program unggulan dari Prabowo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rafiudin, S.Pd.I., M.Pd, Kepala MIN 6 Kabupaten Tangerang, mengaku sampai saat ini madrasah yang dipimpinnya belum mendapatkan MBG.
Ia mengakui, meski sudah ada Memorandum of Understanding (MOU) dengan pengelola dapur MBG sekitar tiga minggu yang lalu, tapi sampai detik ini belum ada informasi kapan akan mendapatkan MBG.
Rafiudin merasa miris, jika sekolah umum lainnya sudah mendapatkan, justru MIN 6 Tangerang justru belum.
“Harusnya tidak ada pilih kasih, ketika sekolah negeri maupun swasta sudah dapat MBG, justru kenapa siswa madrasah banyak yang belum mendapatkan,” ungkap Rafiudin.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Tangerang, H. Joni Juhaeni, S.Pd.I., M.Pd, jika berbicara pendidikan, seharusnya ada kesamaan antara siswa sekolah umum maupun madrasah.
Menurut H. Joni, tidak ada diskriminasi siswa madrasah sebagian besar belum mendapatkan MBG.
“Dari data yang kita dapatkan, sebagian besar siswa madrasah di Kabupaten Tangerang belum mendapatkan,” tegas H. Joni.
Ketika ditanya faktor penyebab belum mendapatkan MBG? H. Joni tidak mengetahuinya.
Bahkan disalah satu madrasah yang awalnyanya sudah mendapatkan MBG, akhirnya dihentikan.
“Ada satu madrasah yang sudah dapat MBG, tapi malah dihentikan sampai sekarang,” ujar H. Joni.
Bahkan dari informasi yang didapatkannya, belum dapatnya MBG, berpengaruh pada penerimaan peserta didik baru madrasah.
“Orangtua siswa membandingkan di sekolah umum dapat makan gratis (MBG-red), di madrarah tidak. Sehingga mereka lebih memilih sekolah umum,” tegas H. Joni. (*)
Penulis : Den
Editor : Mas







