Parah, Calon Kepsek di Pandeglang Kena ‘’Palak”

Selasa, 12 September 2023 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LBH Pospera akan Buat Laporan ke APH

bantenraya.co | PANDEGLANG

Berkedok urusan administrasi, calon kepala sekolah di Kabupaten Pandegalang ‘’dipalak’’ oleh oknum yang mewakili Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Jika diakumulasi jumlahnya miliaran rupiah. Tak tanggung tanggung setiap calon kepala sekolah harus membayar sebesar Rp 10 juta ke koordinator administrasi yang ada di tiap kecamatan di Pandeglang.

‘’Praktik ini sudah berlangsung lama. Untuk calon kepala sekolah dasar kena 10 juta. Untuk SMP mungkin bisa lebih,’’ ungkap seorang sumber kepada wartawan bantenraya.co, Senin (12/9).
Sumber ini lantas memperlihatkan kertas kuitansi yang bertuliskan penyerahan uang sebesar Rp 10 juta dengan keterangan membayar administrasi calon kepala sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‘’Ini kejahatan serius yang dilakukan sedemikian rupa dan melibatkan oknum pejabat di Pandeglang ini. Praktik kotor ini sudah berlangsung bertahun tahun di seluruh wilayah tanpa terendus aparat,’’ sebutnya.

Baca Juga :  PD Pasar NKR Klaim Hormati Proses Hukum, Hanya Mematok

Sumber ini menambahkan, di Kabupaten Pandeglang ini ada 35 kecamatan dengan ratusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Uang hasil ‘’palak’’ administrasi itu jika diakumulasikan jumlahnya miliaran rupiah.

‘’Negara sudah mengatur dan menggarkan proses penunjukan kepala sekolah itu. Kalapun ada biaya, pemerintah pasti menganggarkannya, tidak lantas dibebankan kepada calon kepala sekolah yang bersangkutan. Jadi kepala sekolah itu pengabdian, bukan cari untung,’’ tegasnya.

Tak berhenti disitu, sumber ini menyebut, saat sudah menjadi kepala sekolah, masih ada pungutan lain yang dibebankan kepada mereka. Salah satu dalam mengikuti pelatihan penguatan kapasitas kepala sekolah.

‘’Jelas jelas program pelatihan ini bagian dari program rutin dinas yang dianggarkan dalam anggaran pemerintah. Lantas kenapa kepala sekolah masih dibebankan membayar dua juta,’’ cetusnya.
Dimintai tanggapan soal pungli yang menyasar kepala sekolah di Pandeglang ini, Direktur Eksekutif LBH Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Banten, Septian Prasetyo, SH, mengaku berang. Septian menyebut ulah oknum tersebut sebagai kejahatan luar biasa.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Tiga Penjual Tramadol

Kata dia, sekolah bukanlah lembaga yang mencari laba. Pemerintah bertanggungjawab penuh terselenggaranya pendidikan yang baik. Karena itu, adalah tindakan kejahatan jika pemimpin sekolah dimintakan sejumlah uang hanya untuk proses administrasi pencalonan dan penguatan kapasitas kepala sekolah.

‘’Jangankan soal administrasi, pemerintah wajib bertanggungjawab menyediakan fasilitas pendidikan yang baik. Itu amanat undang undang. Artinya tidak ada dasar pungutan itu. Jika ada dasar, maka kita pertanyakan dasarnya dan penggunaan uang pungutan itu untuk apa,’’ tegasnya.
Atas praktik kotor ini, LBH Pospera Banten, kata Septian, akan melaporkan kejahatan ini ke aparat penegak hukum.

‘’Ini harus jadi atensi kajari, kajadi, kapolda. Ada pelaku pungli berdasi di wilayah kita ini dan harus kita berantas. Kami akan buat laporan resmi ke APH soal ini,’’ tegasnya. (*)

Editor : Dwi Teguh

Berita Terkait

Curi HP Tetangga Kontrakan, Pria Asal Jatiuwung Diamankan Polisi
Dua Pengedar Upal Diringkus, Puluhan Juta Rupiah Diamankan
Diduga karena Asmara, Wanita Muda Lompat dari Lantai 17 Apartemen
Empat Tahun, 629 DPO Dibekuk Kejagung
Edarkan Tramadol, Pria Asal Aceh Dibekuk Polsek Mauk
Oknum Guru SMA Negeri 8 Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Siswinya
RY jadi Tersangka Kasus Kekerasan Terhadap Anak
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Baru di Kasus Pasar Kutabumi
Berita ini 495 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Desember 2023 - 16:22 WIB

Sekjen PGRI Cabang Balaraja Pimpin Doa di Hadapan Sekda

Senin, 4 Desember 2023 - 15:03 WIB

Sekda Minta ASN Tingkatkan Kinerja dan Disiplin Layani Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 10:18 WIB

Aksi Langka Son Heung-Min, Bobol Man City Lalu Cetak Gol ke Gawang Sendiri Dalam 137 Detik

Minggu, 3 Desember 2023 - 17:33 WIB

Anies Kunjungi Pelelangan Ikan Kronjo, Nelayan Minta Solar Subsidi

Minggu, 3 Desember 2023 - 17:28 WIB

Sukseskan Pemilu 2024, KPU Kabupaten Tangerang Laksanakan Apel Gelar Pasukan

Jumat, 1 Desember 2023 - 13:16 WIB

350 Pelaku Usaha Mikro Digembleng Diskum Kabupaten Tangerang

Jumat, 1 Desember 2023 - 13:08 WIB

Ichsan Kurniawan Resmi Gabung Persita Tangerang

Jumat, 1 Desember 2023 - 11:04 WIB

Kapolresta Tangerang Bersama Forkopimda Resmikan Bedah Rumah Kebangsaan

Berita Terbaru

SERAHKAN SERTIPIKAT TANAH: Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Banten menyerahkan sertifikat tanah kepada salah satu penerima, Senin (4/12/2023).

Banten Raya

27.087 Sertipikat Hak Tanah di Banten Diserahkan

Senin, 4 Des 2023 - 16:35 WIB

Sekretaris PGRI Cabang Balaraja Samsudin, saat memanjatkan doa pada upacara tingkat Kabupaten Tangerang, Senin (04/12/2023).

Kabupaten Tangerang

Sekjen PGRI Cabang Balaraja Pimpin Doa di Hadapan Sekda

Senin, 4 Des 2023 - 16:22 WIB

INGATKAN KINERJA: Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid meminta ASN untuk meningkatkan kinerja dan disiplin.

Kabupaten Tangerang

Sekda Minta ASN Tingkatkan Kinerja dan Disiplin Layani Masyarakat

Senin, 4 Des 2023 - 15:03 WIB