Pelihara Perkutut, Simbol Keharmonisan, Ketenangan dan Kebijaksanaan

Minggu, 13 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGERANG

Memelihara burung perkutut menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Balaraja.

Burung dikenal dengan kicauannya yang lembut, serta menenangkan ini bukan hanya sekadar hewan peliharaan, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan, ketenangan, dan kebijaksanaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Halimi Ciming, penghobi burung perkutut Tangerang memaparkan, memelihara perkutut memberikan rasa damai dan kebahagiaan tersendiri.

“Burung perkutut itu istimewa, karena suaranya yang khas dan iramanya yang lembut. Mendengarkan suara perkutut setiap pagi bisa membuat hati tenang dan pikiran jadi lebih jernih,” ujar Halimi Ciming.

Baca Juga :  Tinawati Andra Soni Dapat Penghargaan Kemendikdasmen atas Dedikasi Membangun PAUD

Mantan Ketua KOK Kecamatan Balaraja ini menambahkan, bagi banyak orang, memelihara perkutut bukan sekadar hobi, tetapi juga cara untuk mendekatkan diri dengan alam dan memahami makna kehidupan.

“Perkutut harus diberikan pakan yang seimbang dan kandang yang bersih, agar tetap sehat dan bisa berkicau dengan baik. Selain itu, perhatian dan kasih sayang dari pemilik juga sangat penting. Perkutut adalah burung yang peka, mereka bisa merasakan emosi dan energi dari pemiliknya,” ujarnya.

Ia menekankan, pentingnya memberikan waktu untuk bercengkerama dengan burung agar hubungan antara pemilik dan perkutut semakin kuat.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Baru di Kasus Pasar Kutabumi

Halimi Ciming memaparkan, hobi memelihara perkutut juga memiliki nilai spiritual dan filosofis yang mendalam.

“Dalam budaya Sunda Balaraja, perkutut sering kali dianggap sebagai simbol kedamaian dan keseimbangan. Banyak orang percaya memelihara perkutut bisa membawa keberuntungan dan harmoni dalam rumah tangga,” ucap Halimi Ciming.

Ia juga menyebutkan, suara kicauan perkutut sering digunakan dalam meditasi atau latihan relaksasi karena efeknya yang menenangkan.

“Memelihara perkutut cara menemukan ketenangan di tengah kesibukan dan menemukan makna dibalik suara yang sederhana,” ungkap Halimi Ciming. (*)

Penulis : Mas

Editor : Mas

Berita Terkait

Pemkab Tangerang Perkuat Sistem Pemantauan PJU demi Keamanan dan Kenyamanan Warga
KD PERTIWI Cup 1 Resmi Bergulir, Duo D Kelapa Dua Hadirkan Gebrakan Baru Sepak Bola Putri
Polsek Pasar Kemis Sisir Titik Rawan Kriminalitas
Maesyal Perkuat Etika dan Bela Negara ASN
Kasus Tabrak Lari Cikupa Terkuak, Satu Orang Diamankan
Hari Lingkungan Hidup 2026, IKPP Tangerang Hijaukan Pesisir Utara dengan 10.000 Mangrove Langka
Perumda TKR Perluas Jaringan Air Bersih ke Cluster Catalina Gading Serpong
Wujudkan Pemerataan Layanan ,PERUMDAM TKR Perluas Jaringan Air Bersih
Berita ini 198 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:55 WIB

Pemkab Tangerang Perkuat Sistem Pemantauan PJU demi Keamanan dan Kenyamanan Warga

Senin, 15 Juni 2026 - 11:02 WIB

KD PERTIWI Cup 1 Resmi Bergulir, Duo D Kelapa Dua Hadirkan Gebrakan Baru Sepak Bola Putri

Senin, 15 Juni 2026 - 10:29 WIB

Polsek Pasar Kemis Sisir Titik Rawan Kriminalitas

Senin, 15 Juni 2026 - 10:26 WIB

Maesyal Perkuat Etika dan Bela Negara ASN

Senin, 15 Juni 2026 - 10:21 WIB

Kasus Tabrak Lari Cikupa Terkuak, Satu Orang Diamankan

Berita Terbaru