Pemkot Tangerang Tambah Pompa Portable untuk Percepat Penanganan Banjir

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | TANGERANG

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Periuk. Sejak kemarin, sejumlah pompa portable tambahan telah dikerahkan ke titik-titik krusial, termasuk di Situ Bulakan, guna mempercepat penyurutan air yang merendam permukiman warga.

Upaya ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Pemkot Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD/Damkar), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane (Kementerian PU).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang Mahdiar mengungkapkan, penggunaan pompa portable menjadi strategi utama untuk membuang air dari Situ Bulakan menuju Kali Cirarab secara lebih masif. Tanpa bantuan pompa tambahan, diperkirakan banjir baru akan surut dalam waktu 5 hingga 6 hari ke depan.

Baca Juga :  Arief : Saya Jadi Walikota Karena Pramuka

“Kita menambahkan pompa portable agar buangan air dari Situ Bulakan ke arah Cirarab bisa lebih cepat lagi. Hasilnya sangat berdampak, wilayah seperti Alamanda dan Yuta Garden City saat ini kondisinya sudah mulai surut,” ujarnya, Rabu (11/03/26).

Ia memerinci, saat ini telah dikerahkan dua unit pompa dari BBWS Ciliwung Cisadane, serta dua unit pompa milik Pemkot Tangerang yang terdiri dari satu unit pompa eksisting dan satu unit pompa mobile dari Dinas PUPR.

Selain itu, direncanakan akan ada tambahan lima hingga enam unit pompa portable susulan untuk memperkuat daya sedot air di lapangan.

Baca Juga :  Tangerang Great Sale, Promo Sebulan Penuh Diskon 40%

“Selain pompanisasi, teman-teman dari PU Kota Tangerang juga melakukan penambalan di beberapa titik yang terlimpas guna mengurangi kebocoran. Kemarin terdeteksi ada empat titik yang kondisinya cukup parah dan langsung kami tangani,” ungkapnya.

Pemerintah menargetkan wilayah terdampak, dapat segera kering dalam waktu singkat agar warga bisa segera melakukan pembersihan rumah dan kembali beraktivitas normal, terlebih saat ini memasuki bulan suci Ramadan.

“Harapan kami, seluruh stakeholder terus bergerak agar warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing dengan nyaman,” tutupnya. (wil/dam)

Berita Terkait

Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan
Semangat Kartini Hidup di Apel Senin, ASN Perempuan Tangerang Tampil Inspiratif
Wabup Intan Dorong Kang Nong Tingkatkan Kompetensi untuk Majukan Pariwisata
Gubernur Apresiasi PERSI Banten Atas Dukungan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Satpol PP Turun Tangan, Miras dan Prostitusi Ditertibkan di Pasar Induk Tanah Tinggi
Suasana Hangat Halalbihalal, Maryono Apresiasi Dedikasi Purnawirawan
DPMPT SP Mempermudah Pembuatan NIB Pasar Anyar Jadi Pusat Pemantauan Harga dan Layanan Usaha
Dari Benteng Reborn, Mimpi Juara Sepak Bola Banten Jadi Nyata
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:36 WIB

Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan

Senin, 20 April 2026 - 18:47 WIB

Semangat Kartini Hidup di Apel Senin, ASN Perempuan Tangerang Tampil Inspiratif

Senin, 20 April 2026 - 16:09 WIB

Wabup Intan Dorong Kang Nong Tingkatkan Kompetensi untuk Majukan Pariwisata

Senin, 20 April 2026 - 16:03 WIB

Gubernur Apresiasi PERSI Banten Atas Dukungan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Senin, 20 April 2026 - 14:11 WIB

Satpol PP Turun Tangan, Miras dan Prostitusi Ditertibkan di Pasar Induk Tanah Tinggi

Berita Terbaru