Bantenraya.co | TANGERANG
Acara penutupan MTQ ke 56 antiklimaks tak seindah semestinya. Mulai dari lapangan yang becek hingga suara sumbang seputar hasil MTQ ke 56 membuat warga netizen Kabupaten Tangerang, geram.
Di acara penutupan MTQ, arena di sisi jalan sekitar panggung utama MTQ lebih tampak seperti pasar malam, ketika para SKPD Pemkab Tangerang, berkerumun untuk absen kehadiran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Disekitar panggung utama, tampak tidak terlalu ramai, sebab lapangan becek habis diguyur hujan. Bahkan ketika beberapa masyarakat maupun pegawai yang hendak ke depan panggung utama, ada yang terpeleset, jatuh dan alas kaki nya copot.
Salah satu wartawan online yang biasa melakukan peliputan di ibukota Tigaraksa, inisial S sampe terjatuh. Sehingga, pakaianya kotor semua.”Aduh sial banget ini, kok tidak ada antisipasi panitianya. Kan sudah tahu becek, harusnya dikasi triplek atau palet,” gumamnya.
Ada pemandangan dan tontonan yang lebih seru, ketika diluar arena ajang penutupan MTQ, para netizen berselancar, berceloteh di salah satu akun youtuber yang melakukan live di saat penutupan MTQ.
Beragam komentar pun bermunculan, mulai dari adanya bajak kafilah berprestasi dari kecamatan lain ke salah satu kecamatan yang menduduki 3 besar MTQ ke 56 sampai anggaran MTQ sebesar 3 miliar.
Dari salah satu akun YouTube yang melakukan live streaming di acara penutupan berbagai komentar miring saling bersahutan. Seperti, @Muhamadocen-w3e, “peserta yang dipake tuan rumah yang biasa dipake di provinsi”. Lalu ada @ahmadyusuf3667, “ada apa dengan peserta sehingga mau membela kecamatan lain” dan @ Simonsantoso-t2z5c, “temen saya juara tapi pake nama orang”.
Lain lagi Agus, satu warga Legok yang hadir di acara penutupan mengeluhkan mahalnya jajanan disekitar ajang penutupan MTQ.
“Rokok 50 ribu, kopi 10 ribu ampun dah,” keluhnya.
Seharusnya, tambah Agus, dengan dana miliaran, di fasilitasi para pedagang dari dana miliaran tersebut. “Ini kan termasuk pesta rakyat yang agamis, di acara pembukaan dan penutupan warga maupun pegawai yang datang, bebas digratiskan untuk jajan ditanggung Pemda paling juga di angka puluhan juta. Itung – itung sedekah,” ketuanya. (Beb)







