bantenraya.co | TANGERANG
Pedagang makanan di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang masih banyak yang beroperasional siang hari.
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Kadu, Kecamatan Curug, Ustadz Endang Abdul Alim menuturkan, sudah seyogyanya para pedagang untuk menghargai umat Islam yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, dengan tidak membuka rumah makan saat siang hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah ada edaran bersama terkait larangan membuka warung makan dan minum pada siang hari. Kita harus saling menghargai dan menghormati masyarakat yang menjalankan ibadah puasa,” kata Ustadz Endang, yang juga Ketua LPTQ Desa Kadu.
Surat edaran yang dibuat Pj.Bupati Andi Ony pada tanggal 08 Maret 2024, telah mengeluarkan surat edaran nomor 2 tahun 2024 terkait jam operasional rumah makan, restoran, cafe dan jasa hiburan pada bulan suci ramadhan.
Dia mengungkapkan sesuai surat edaran agar pelaku rumah makan dan cafe mengalihkan jam operasional usaha yaitu mulai pukul 15.00 sampai pukul 04.00 menjelang sahur.
Kata Ustadz Endang, surat edaran tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan, sehingga umat Islam bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk selama bulan suci Ramadhan, tanpa terganggu rumah makan yang buka pada siang hari atau tempat hiburan malam yang tetap beroperasi pada malam hari.
Ustadz Endang mengaku sangat bersyukur, karena toleransi antar umat beragama di Kecamatan Curug ini sangat tinggi, karena semua orang saling menghargai dan menghormati dalam hidup beragama.
“Kecamatan Curug terdiri dari beraneka ragam agama, tapi toleransi masyarakat kita sangat tinggi dan bagus,” ungkap Ustadz Endang.
Dia berharap kekompakan dan kerukunan ini terus ditingkatkan. Kehidupan beragama yang harmonis ini diharapkan membuat warga Kecamatn Curug menjadi percontohan kerukunan kehidupan umat beragama di Kabupaten Tangerang.
Secara pribadi Ustadz Endang juga mengaku sangat menghargai keberagaman agama yang dianut masyarakat. Semua agama mengajarkan hal baik, sehingga sudah sewajarnya pemerintah daerah mendorong kegiatan-kegiatan toleransi beragama. (*)
Penulis : mas
Editor : dwi teguh







