bantenraya.co | TANGERANG
Siapa sangka dan tak banyak yang mengetahui, jika di sudut Kota Tangerang, tepatnya di Jalan Haji Unus Gang Merpati, ada kampung nastar.
Aroma nastar pun ketika memasuki lingkungan RT 005/001 begitu terasa. Sebab, sebagian besar di kawasan tersebut penduduknya memproduksi kue khas lebaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga kampung nastar yang terletak di Kelurahan Larangan Utara ini, memasuki bulan ramadhan sudah mulai banjir pesanan.
Hal itu diakui Sitorus, salah satu pemilik usaha kue khas lebaran. “Pesanan ke kami sudah mulai masuk pas awal puasa, sekitar 1.500 toples kue kering nastar,” ujarnya.
Menurutnya, ada tiga varian kue kering nastar yang diproduksinya. Untuk Satu toples standar nastar biasa dibanderol dengan harga Rp 48.000. Varian keju Rp 50.000. Dan varian kombinasi satu tempat isi lima macam dibanderol harga tertinggi Rp 130.000.
Pria berdarah Batak ini mengaku harga bahan baku untuk produksi kue kering seperti terigu, mentega, dan telur terbilang stabil dibandingkan tahun sebelumnya yang jauh lebih mahal.
Sitorus juga menambahkan untuk tahun 2024, ada peningkatan pesanan kue khas idul fitri ini.
“Ada peningkatan yang lumayanlah dibanding tahun lalu, kalau kemaren sekitar 1.000 toples orderanya tahun ini 1500 toples,” tandasnya.
Teguh, salah satu warga Kecamatan Ciledug yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Larangan mengaku baru tahu kalau di Larangan Utara ada kampung yang memproduksi kue nastar.
“Padahal tinggal sejengkal doang ke Larangan mah, serius kita baru tahu ada satu kampung di sana pada buat nastar,” ucpnya. (*)
Penulis : ard
Editor : dwi teguh







