bantenraya.co | TANGERANG
Camat Rajeg, Oman Apriaman, tak dapat menyembunyikan rasa haru saat sembilan warga Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten dipastikan akan berangkat umrah secara gratis melalui program apresiasi dari BTPN Syariah. Kesembilan warga tersebut merupakan nasabah aktif yang tergabung dalam Sentra Cilongok 6 New di Desa Daon, binaan BTPN Syariah.
Program bertajuk Umrah Satu Pesawat ini diberikan kepada nasabah yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjalankan prinsip pemberdayaan yang dikenal dengan sebutan BDKS, Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu. Mereka tidak hanya aktif dalam kegiatan pertemuan rutin dua mingguan (kumpulan), tetapi juga disiplin membayar angsuran serta menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terima kasih kepada BTPN Syariah yang telah mendampingi masyarakat kami. Saya melihat sendiri semangat dan optimisme para ibu di sini meningkat. Mereka tumbuh menjadi pribadi unggul dengan prinsip BDKS. Impian mereka ke Tanah Suci akhirnya mulai terwujud,” ujar Oman dalam acara pelepasan simbolis yang digelar nenerapa waktu lalu.
Senada dengan Oman, Kepala Desa Daon, Johani AMTG, turut menyampaikan kebanggaannya. “Ini bukan sekadar hadiah umrah, tetapi wujud dari kerja keras, kedisiplinan, dan semangat gotong royong yang ditanamkan melalui program BTPN Syariah. Saya berharap semakin banyak warga kami yang mendapat manfaat serupa,” tuturnya.
Siti Wulan Sari, Ketua Sentra Cilongok 6 New, mengaku tak menyangka dirinya menjadi salah satu penerima hadiah umrah. “Kami yang biasanya duduk bareng di kumpulan, Insya Allah akan duduk bersama pula di depan Ka’bah. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” ucapnya penuh haru.
Pimpinan Wilayah Jawa Barat BTPN Syariah, Firmansyah, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan berdasarkan indikator yang terukur. “Nasabah terpilih merupakan mereka yang aktif minimal selama tiga tahun, disiplin dalam pembayaran, dan mampu memberi dampak positif bagi komunitasnya,” katanya.
Sementara itu, Komisaris Utama BTPN Syariah, Kemal Azis Stamboel, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat inklusi merupakan komitmen sejak awal berdirinya bank. “Melalui kumpulan, nasabah tak hanya mendapatkan akses keuangan, tetapi juga pengetahuan, pendampingan, dan solidaritas komunitas. Prinsip BDKS menjadi fondasi dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat prasejahtera,” katanya.
Head of Corporate & Marketing Communication BTPN Syariah, Ainul Yaqin, menambahkan bahwa pengumuman hadiah umrah ini diberikan lebih awal untuk memberi waktu persiapan. Ia menekankan bahwa semangat BDKS yang dibangun melalui kumpulan menjadi kunci utama keberhasilan nasabah. “Dengan hadirnya ibu-ibu dalam kumpulan secara konsisten, terbentuk karakter perempuan tangguh di seluruh pelosok negeri. Hadiah umrah ini adalah hasil dari proses yang penuh kerja keras dan disiplin,” tegas Ain.
BTPN Syariah menjadi satu-satunya bank syariah di Indonesia yang secara khusus berfokus pada pemberdayaan masyarakat inklusi, terutama perempuan prasejahtera. Melalui pendekatan berkelanjutan, BTPN Syariah tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga membangun kapasitas dan mendorong perubahan sosial yang lebih luas. (wil/dam)







