bantenraya.co | TANGERANG
Alun-Alun Cibodas disulap menjadi panggung budaya dan persatuan pada Minggu siang saat ratusan pesilat dari berbagai perguruan mengikuti Parade Pencak Silat IPSI Cibodas. Tercatat 550 peserta dari 14 perguruan turun meramaikan acara yang tak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan, tetapi juga momentum merawat tradisi leluhur.
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga dan tokoh masyarakat. Camat Cibodas, Buceu Gartina, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya parade ini, yang memadukan nilai budaya, olahraga, dan pemberdayaan ruang publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kita bisa lihat, Alun-Alun Cibodas hidup sebagai ruang bersama. Ada latihan gabungan, ada parade, dan tentu saja ada semangat menjaga pencak silat sebagai budaya bangsa,” ungkap Buceu.
Parade dimulai dengan arak-arakan pesilat mengelilingi lingkungan sekitar alun-alun, disusul latihan bersama, atraksi seni bela diri, hingga pengukuhan pengurus baru IPSI Cibodas. Semua ini berlangsung dalam suasana kebersamaan yang kental, memperlihatkan sisi damai dari seni bela diri yang sering disalahartikan hanya soal kekuatan fisik.
Ketua IPSI Cibodas, Sugiyono, menjelaskan bahwa acara ini adalah tonggak awal sejak resmi dibentuknya IPSI Cibodas pada 5 Mei 2025.
“Tujuan utama kami adalah mempererat hubungan antarperguruan. Lewat parade ini, kami ingin membangun semangat kolektif untuk menjaga warisan pencak silat di tengah arus modernisasi,” katanya.
Sugiyono berharap agenda seperti ini bisa menjadi ruang pembinaan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat sportivitas di kalangan pesilat muda.
Parade Pencak Silat IPSI Cibodas bukan sekadar tontonan. Ia adalah simbol bahwa di tengah hiruk pikuk kota, tradisi masih hidup — digerakkan oleh generasi baru yang tak hanya bangga akan akar budayanya, tapi juga aktif merawatnya bersama.(fj)







