Jadi Kota Kabupaten Pertama, Pemkab Tangerang Peduli Bencana Sumatera dan Aceh Melalui PMI 1,5 Miliar

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banteneaya.co | TANGERANG

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, menyerahkan bantuan dana untuk korban bencana alam di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, Rabu (12/11). Dana tersebut merupakan dari hasil penggalangan dana ASN, PKK, dan Para Kepala Desa. Ternyata, Kabupaten Tangerang juga menjadi Kota/Kabupaten Pertama yang memberikan bantuan untuk bencana alam di Aceh, Sumut dan Sumbar melalui PMI pusat.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama manusia dan sebangsa serta se tanah air Indonesia. Para ASN, PKK, dan Kepala Desa se Kabupaten Tangerang telah melakukan penggalangan dana untuk membantu para korban bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Provinsi Aceh. Maesyal Rasyid juga menegaskan, bahwa bantuan yang diserahkan bukan berasal dari APBD, melainkan dana pribadi masing-masing individu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih satu pekan. Dana sumbangan telah terkumpul sebanyak Rp 1,5 Miliar, ini bukan APBD ya, tetapi dana pribadi masing-masing individu dan hari ini diserahkan langsung ke PMI Pusat, yang nantinya akan diserahkan ke masyarakat yang ada di tiga provinsi yang mengalami bencana alam disana, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Provinsi Aceh, ” kata Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid kepada awak media, Rabu (10/12).

Baca Juga :  Bupati Siapkan Solusi Jembatan Penghubung Desa Nyompok Girang

Pria yang akrab, disapa Rudi Maesyal menambahkan, bahwa bantuan yang diserahkan saat ini merupakan bantuan tahap pertama. Karena, open donasi sampai saat ini masih dibuka, bahkan untuk umum melalui PMI Kabupaten Tangerang. Maka dari itu, kemungkinan besar bantuan akan terus bertambah, dan nantinya akan kembali diserahkan ditahap kedua yang diperkirakan terealisasi pada Januari 2026 mendatang. Rudi berharap, dengan adanya bantuan ini, dapat meringankan beban masyarakat di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh khusunya mereka yang terdampak bencana alam.

” Open donasi masih terus dibuka, maka kemungkinan nanti akan diberikan kembali bantuan tahap dua dari hasil donasi masyarakat Kabupaten Tangerang. Semoga, bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam, ” harapnya.

Ditempat yang sama, Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menambahkan, bahwa untuk bantuan yang diberikan ditahap pertama ini, yaitu sebesar Rp 1,5 Miliar merupakan hasil donasi dari ASN, PKK, dan Par Kepala Desa se Kabupaten Tangerang. Dan, untuk tahap kedua penggalangan donasi dilakukan PMI Kabupaten Tangerang untuk masyarakat umum, dan rencananya akan diserahkan pada Januari 2026 mendatang.

” Tahap kedua nanti, rencana akan diserahkan pada Januari 2026 mendatang. Ini merupakan, kepedulian masyarakat Kabupaten Tangerang terhadap saudara-saudara kita yang berada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, ” katanya.

Baca Juga :  Mayat Pria Dalam Karung Diduga Korban Pembunuhan

Lanjut Soma, untuk tahap 3 nanti, bantuan akan diserahkan pada Mei 2026, yang dimana penggalangan dana tahap 3 ini, akan dilakukan ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Tangerang melalui PMI. Kata Soma, penggalangan bantuan juga akan terus dilakukan hingga tahap 5, namun. Untuk, tahap 4 dan 5 nya nanti mengikuti aturan PMI Pusat.

” Untuk tahap 3, merupakan school kit. Sementara tahap 4 dan 5 menyesuaikan dengan PMI pusat. Bagi, masyarakat yang hendak menyumbang bisa langsung di transfer ke Nomor Rekening PMI, 0000017091945 Bank BJB, “katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla mengatakan bahwa, Pemerintah Kabupaten Tangerang merupakan kabupaten/kota pertama yang menyerahkan bantuan untuk korban bencana Sumatera Utara, Barat, dan Aceh melalui PMI Pusat. Dirinya juga mengatakan, bahwa kondisi dilokasi bencana cukup memprihatinkan, karena banyak saluran air bersih terputus akibat rusaknya pipa.

” Ini merupakan Pemda pertama. Semoga, pemda-pemda lain juga mengikutinya, untuk memberikan sumbangan kepada korban bencana di Sumatera dan Aceh. Disana, air bersih juga sangat dibutuhkan, karena pipa-pipa saluran air bersih banyak yang rusak hingga tidak bisa difungsikan, ” tandasnnya. (Beb)

Berita Terkait

DPMPT SP Mempermudah Pembuatan NIB Pasar Anyar Jadi Pusat Pemantauan Harga dan Layanan Usaha
Dari Benteng Reborn, Mimpi Juara Sepak Bola Banten Jadi Nyata
Tak Ikut WFH, Dishub Tangerang Pastikan Transportasi Tetap Lancar
Penerimaan Murid Baru Makin Jelas, Juknis SPMB 2026/2027 Resmi Disahkan
Dinsos Tangerang Uji Kompetensi PSM dalam Seleksi Pilar Sosial 2026
130 Unit Kendaraan Terjaring Penertiban, Samsat Ciledug Berikan Souvenir kepada Masyarakat Taat Pajak
Aktivis Nilai CSR Kota Tangerang Belum Maksimal
RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

DPMPT SP Mempermudah Pembuatan NIB Pasar Anyar Jadi Pusat Pemantauan Harga dan Layanan Usaha

Minggu, 12 April 2026 - 11:42 WIB

Dari Benteng Reborn, Mimpi Juara Sepak Bola Banten Jadi Nyata

Jumat, 10 April 2026 - 13:25 WIB

Tak Ikut WFH, Dishub Tangerang Pastikan Transportasi Tetap Lancar

Kamis, 9 April 2026 - 19:35 WIB

Penerimaan Murid Baru Makin Jelas, Juknis SPMB 2026/2027 Resmi Disahkan

Kamis, 9 April 2026 - 14:28 WIB

Dinsos Tangerang Uji Kompetensi PSM dalam Seleksi Pilar Sosial 2026

Berita Terbaru

headline

SDN Daan Mogot 3 Matangkan Persiapan TKA Gelombang Pertama

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:38 WIB

headline

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:47 WIB

Budaya

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:45 WIB

headline

Raker Jadi Arah Baru KORPRI Tangerang

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:43 WIB

headline

DPUPR Terunkan Kendaraan Vakum untuk Normalisasi Drainase

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:41 WIB