Bantenraya.co | TANGERANG
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang terus memperkuat upaya peningkatan kualitas dan daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui program pelatihan bahasa Jepang. Program ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara 63 SMK dengan Lembaga Penempatan Tenaga Kerja (LPK) untuk peluang kerja ke luar negeri, khususnya Jepang.
Kepala Disnaker Kota Tangerang, Dr. Ujang Hendra Gunawan, S.Sos, menyampaikan bahwa program tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan provinsi. “Kemarin juga disaksikan langsung oleh Gubernur dan Wali Kota. Ada 63 sekolah SMK yang sudah melakukan MoU,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Menurut Ujang, dari total sekolah yang telah menandatangani MoU, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke 30 sekolah. Hasilnya, sebanyak 257 siswa kini tengah mengikuti pelatihan bahasa Jepang sebagai tahap awal persiapan kerja di luar negeri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari hasil sosialisasi itu, tercatat 257 siswa yang sedang mengikuti pelatihan bahasa Jepang. Ini menjadi tindak lanjut dari kerja sama 63 sekolah dengan LPK,” jelasnya.
Program ini diharapkan mampu membuka peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan SMK di Kota Tangerang, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di pasar internasional. Pelatihan bahasa menjadi salah satu syarat utama untuk meningkatkan kesiapan siswa sebelum diberangkatkan bekerja ke Jepang.
Disnaker Kota Tangerang memastikan program ini akan terus berlanjut dan diperluas cakupannya. Pemerintah daerah juga berkomitmen melakukan pendampingan serta pengawasan agar proses pelatihan hingga penempatan kerja berjalan sesuai ketentuan.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan LPK, diharapkan semakin banyak lulusan SMK Kota Tangerang yang mampu bersaing dan memperoleh kesempatan kerja di luar negeri.(Wil)







