bantenraya.co | TANGERANG
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan terbaru yang dikenal sebagai “telepon hening”. Modus ini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk mencuri identitas suara korban.
Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menjelaskan bahwa pelaku biasanya melakukan panggilan dari nomor tidak dikenal tanpa mengeluarkan suara. Tujuannya, memancing korban agar berbicara terlebih dahulu sehingga suara dapat direkam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keheningan saat menerima telepon dari nomor asing bukan sekadar gangguan jaringan. Ini bisa menjadi taktik pelaku untuk merekam sampel suara. Dengan teknologi AI, rekaman singkat tersebut dapat diolah menjadi kloning suara yang identik untuk menipu orang-orang terdekat,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika seseorang merasa telah memberikan sampel suara, langkah yang perlu dilakukan adalah segera memberi tahu keluarga atau orang terdekat agar tidak mudah tertipu jika ada permintaan mencurigakan.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kominfo Kota Tangerang membagikan panduan keamanan melalui protokol “Silent First”. Masyarakat diimbau untuk tidak langsung berbicara saat menerima panggilan dari nomor asing, serta menunggu penelepon berbicara terlebih dahulu.
Selain itu, warga juga diminta menghindari penggunaan kata-kata umum seperti “iya”, “halo”, atau “siapa ini” secara berulang, karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan kloning suara. Jika dalam beberapa detik tidak ada respons dari penelepon, masyarakat disarankan untuk segera menutup dan memblokir nomor tersebut.
Kominfo juga mendorong penggunaan aplikasi identifikasi nomor untuk mendeteksi panggilan spam, serta menyarankan setiap keluarga memiliki “kata sandi khusus” sebagai langkah verifikasi jika menerima permintaan mencurigakan melalui telepon.
Melalui imbauan ini, Pemkot Tangerang berharap masyarakat dapat lebih waspada dan tidak mudah menjadi korban penipuan berbasis teknologi yang semakin berkembang. (wil/dam)







