bantenraya.co | PANDEGLANG
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan bahwa 30 persen tenaga kesehatan (nakes) yang akan bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan berasal dari masyarakat lokal. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, saat meninjau kesiapan fasilitas rumah sakit tersebut pada Minggu (9/3) kemarin.
Dimyati mengungkapkan bahwa saat ini RSUD Labuan masih dalam tahap rekrutmen pegawai. Setelah proses tersebut selesai, rumah sakit ini akan segera diresmikan dan mulai beroperasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami juga sudah berkomitmen bahwa 30 persen tenaga kesehatan yang bertugas nantinya berasal dari masyarakat sekitar. Jadi, jika ada kandidat dari luar dengan nilai 80 dan masyarakat lokal dengan nilai 60, maka yang diutamakan adalah tenaga kesehatan dari masyarakat sekitar,” ujar Dimyati.
Terkait kesiapan fasilitas, Dimyati memastikan bahwa RSUD Labuan sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan medis, seperti CT Scan, layanan bedah, gigi, mata, dan fasilitas lainnya. Dengan kelengkapan ini, warga Labuan dan sekitarnya tidak perlu lagi berobat ke RSUD Berkah atau RSUD Banten.
“Semua fasilitas sudah siap dan lengkap untuk melayani masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dimyati menegaskan bahwa sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama Pemprov Banten dalam memenuhi pelayanan dasar bagi masyarakat. Program ini juga masuk dalam target penyelesaian dalam 100 hari kerja pemerintahan.
“Dengan pelayanan kesehatan yang baik, kualitas sumber daya manusia (SDM) di Banten akan meningkat. SDM yang sehat akan menjadikan Banten semakin kuat,” tegasnya.
Dalam kunjungannya, Dimyati meninjau berbagai fasilitas rumah sakit, termasuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), poliklinik, radiologi, Instalasi Bedah Sentral (IBS), ICU, laboratorium, ruang rawat inap, hingga ruang VIP.
“Insya Allah dalam waktu dekat rumah sakit ini akan segera diresmikan,” tutupnya.. (hed/BN/ris)







