bantenraya.co | TANGERANG
Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) yang digelar di Gedung Pakuan, Bandung, sebagai representasi Pemerintah Kota Tangerang selaku salah satu pemegang saham.
Kehadiran Pemerintah Kota Tangerang dalam forum strategis tersebut menegaskan komitmen daerah dalam mengawal perkembangan kinerja BJB sebagai mitra penting pembangunan, khususnya dalam mendukung penguatan fiskal dan pembangunan daerah melalui kontribusi dividen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai menghadiri pembukaan RUPS, Herman Suwarman menyampaikan harapannya agar BJB mampu terus meningkatkan performa bisnis, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi para pemegang saham daerah.
“Kami berharap kinerja BJB semakin baik, terus tumbuh dan berkembang, serta devidennya meningkat sehingga dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan Kota Tangerang,” ujar Herman.
RUPS Tahun Buku 2025 ini turut dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan salah satu agenda utama berupa pembahasan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi BJB.
Dalam sambutannya, Dedi menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan kapasitas kepemimpinan dalam pengisian jabatan strategis perusahaan, mengingat BJB memiliki peran vital sebagai bank pembangunan daerah.
“Penentuan jajaran komisaris dan direksi harus diisi oleh sosok yang berintegritas dan profesional,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh proses pemilihan dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan kesepakatan para pemegang saham sesuai regulasi yang berlaku.
Dari hasil RUPS tersebut, sejumlah keputusan penting ditetapkan, di antaranya penunjukan Ayi Subarna sebagai Direktur Utama menggantikan almarhum Yusuf Saadudin, serta penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen.
Perubahan struktur kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam memperkuat transformasi BJB, baik dari sisi efisiensi operasional, peningkatan profitabilitas, maupun optimalisasi layanan keuangan bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa BJB ke depan harus fokus pada penguatan fundamental bisnis, termasuk menekan biaya operasional, meningkatkan penghimpunan dana, memperkuat penyaluran kredit, serta menyelesaikan persoalan kredit bermasalah.
“Kita ingin kinerja BJB semakin baik, biaya operasional menurun, deviden meningkat, serta kinerja penghimpunan dana dan penyaluran kredit semakin kuat,” pungkasnya.
Bagi Pemerintah Kota Tangerang, peningkatan kinerja BJB bukan sekadar soal investasi daerah, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat kapasitas pembangunan melalui optimalisasi kontribusi sektor keuangan.
Dengan tata kelola yang semakin profesional dan kepemimpinan baru yang berintegritas, BJB diharapkan mampu terus berkembang sebagai institusi keuangan daerah yang sehat, kompetitif, dan berdampak nyata bagi pembangunan regional, termasuk bagi kemajuan Kota Tangerang. (wil/dam)







