Pemkot Jaksel kembali Tata Lokbin Pasar Minggu

Senin, 6 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Bantenraya.co 

Terkait permasalahan sampah sehingga menjadi salah satu penyebab sepi pengunjung, akhirnya Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) kembali menata Lokasi Binaan (Lokbin) Pasar Minggu.

“Pengambilan sampah setiap hari akan ditingkatkan volumenya, biar terlihat lebih layak,” kata Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, Dan Menengah (PPKUKM) Jaksel Parulian Tampubolon saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, permasalahan di tempat itu terjadi karena lokasi tersebut dekat dengan pembuangan sampah sehingga pembeli pun tidak ada dan langka.

Untuk itu, kata Parulin, pihaknya telah berkoordinasi dengan semua instansi guna memperbaiki masalah sampah di Lokbin Pasar Minggu.

Baca Juga :  Disporabudpar Kirim 254 Atlet ke POPDA Banten

Parulin menambahkan Pemkot Jaksel telah menyepakati adanya penataan kembali lokasi tersebut, agar dapat menarik para pembeli dan dalam jangka pendeknya yaitu mengangkut semua sampah yang menumpuk di depan Lokbin Pasar Minggu.

“Karena salah satu penyebab sepi adalah banyaknya sampah di depan lokbin. Jadi, ada kemungkinan TPS (tempat pembuangan sampah) yang ada dikaji lokasinya,” katanya.

Ia mengatakan, selain penataan Lokbin Pasar Minggu jangka pendek, Pemkot Jaksel juga berencana merombak lokasi tersebut, apalagi satu kawasan dengan PD Pasar Jaya.

Baca Juga :  Perbasi Optimis Raih 2 Emas di POPDA Banten

“Perlu perombakan penggunaan tempat. Jika masih ada sisanya, akan ditata ulang atau digunakan untuk tempat lain yang lebih produktif, mengingat lokasi satu kawasan dengan PD Pasar Jaya,” katanya.

Sementara itu, seorang pedagang di Lokbin Pasar Minggu Cut Nurin (61) mengatakan bahwa setelah diresmikan beberapa bulan kemudian, lokbin langsung sepi karena permasalahan sampah yang sudah terjadi sejak dahulu.

“Selain masalah sampah, juga tempatnya kurang strategis, apalagi di depan pasar sudah banyak pedagang. Jadi, di sini tidak ketahuan, ditambah ada sampah,” ujarnya.(JR)

Berita Terkait

Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
Prestasi Membanggakan ,Perumdam Tirta Benteng Raih Penghargaan Bergengsi Top BUMD AWARD 2026.
Tinawati Ajak Siswa Cegah Perundungan Lewat PKK Mengajar
Banten Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026
Bapenda Lebak Dorong Digitalisasi Daerah Lewat Rakor TP2DD
Muktamar XII Tetapkan Jazuli Juwaini Pimpin Mathla’ul Anwar
Sungai Cisadane Siap Jadi Destinasi Wisata, Kemenpar Dorong Kolaborasi
NU dan Pemprov Diminta Perkuat Harmonisasi
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:40 WIB

Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Rabu, 15 April 2026 - 11:18 WIB

Prestasi Membanggakan ,Perumdam Tirta Benteng Raih Penghargaan Bergengsi Top BUMD AWARD 2026.

Selasa, 14 April 2026 - 13:48 WIB

Tinawati Ajak Siswa Cegah Perundungan Lewat PKK Mengajar

Selasa, 14 April 2026 - 13:45 WIB

Banten Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026

Selasa, 14 April 2026 - 13:38 WIB

Bapenda Lebak Dorong Digitalisasi Daerah Lewat Rakor TP2DD

Berita Terbaru

Banten Raya

Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Rabu, 15 Apr 2026 - 15:40 WIB

headline

Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN

Rabu, 15 Apr 2026 - 15:33 WIB

headline

Aktivis Nilai CSR Kota Tangerang Belum Maksimal

Rabu, 15 Apr 2026 - 15:29 WIB