bantenraya.co | TANGERANG
Perlakuan istimewa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kabupaten Tangerang terhadap Mad Romli di penjaringan Cabup-Cawabup dapat sorotan. Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul menilai, adanya sebuah pengkondisian khusus untuk Mad Romli merupakan preseden buruk demokrasi politik di tengah proses penjaringan Parpol di kabupaten Tangerang.
Selain itu, seperti ada ketidakpercayaan diri dan rasa ketakutan yang berlebihan sehingga berbagai macam cara di lakukan oleh Mad Romli bersama tim.
Pasalnya, perlakuan para panelis pun jauh berbeda ketika Mad Romli menyampaikan visi-misi, dibandingkan dengan kandidat lainnya, yang slelau dibrondong pertanyaan, setelah pemaparan visi-misi.
” Yang lain dibrondong pertanyaan, tetapi Mad Romli hanya diberi pertanyaan yang sedikit. Bahkan, dari tiga panelis hanya dua yang bertanya, maka terkesan ekslusif, dan jangan-jangan sudah dikondisikan, khusus Mad Romli,” kata Adib.
Adib juga mengatakan, dari peristiwa yang terjadi di DPC PKB, dan DPW Nasdem Banten pada Rabu (15/5) lalu. Bahwa sangat lazim dan lumrah, apabila publik menilai bahwa Mad Romli takut dalam menyampaikan atau pemeparan visi-misi didepan publik.
” Apabila publik menilai, Mad Romli ketakutan dalam penyampaian visi-misi, saya rasa lazim dan lumrah ya, ” tukasnya.
Maka dari itu, untuk menepis hal itu. Seharusnya, Mad Romli menunjukan segamblang-gamblangnya, gagasan apa yang dibawa untuk membangun Kabupaten Tangerang.
“Harusnya kedepan, supaya tidak ada penilaian seperti itu, Mad Romli harus menunjukan kepercayaan diri dan ikutin aturan saja. Biar publik bisa tahu sebenernya, apa sih gagasan dan terobosan yang akan dia lakukan, ” tandasnya. (*)
Penulis : red
Editor : Dwi Teguh







