Cilangkahan Harga Mati Lepas dari Kabupaten Induk

Rabu, 10 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | LEBAK

Tokoh masyarakat Lebak Selatan, Erwin Komara Sukma mengatakan, harga mati Cilangkahan lepas dari induknya Kabupaten Lebak, untuk mendukung percepatan berbagai program pembangunan. Ia berharap Cilangkahan segera definitif menjadi Kabupaten.

“Kita berharap Cilangkahan segera definitif menjadi kabupaten dan terlepas dari Kabupaten Lebak,” kata Erwin saat dihubungi wartawan, Selasa (9/7/24).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata Erwin, perjuangan Cilangkahan yang terdiri dari 10 Kecamatan digaungkan oleh para tokoh Selatan Banten sekitar 20 tahun lalu setelah Provinsi Banten terbentuk. Selanjutnya, pada 2005 kembali diperjuangkan oleh para tokoh Selatan Banten hingga terbentuk petisi dengan menyampaikan aspirasi kepada DPR, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk pemekaran Cilangkahan.

Bahkan, terbentuk panitia dan kepengurusan Badan Koordinasi (Bakor) Cilangkahan. Namun, langkah tersebut terkendala adanya “moratorium” atau penghentian sementara pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) dilakukan Kemendagri.

Baca Juga :  Meriahkan Hari Santri, Ponpes Terpadu Bismillah Ajak Santri Ziarah Akbar

Dengan demikian, saat ini berbagai elemen mulai tokoh Selatan Banten, tokoh Bakor Cilangkahan, akademisi, pemuka agama, cendikiawan, guru dan seluruh masyarakat kembali menyuarakan dengan menuntut Presiden Jokowi Widodo segera mencabut “moratorium” DOB bersama daerah lainnya.

Selain itu juga segera Cilangkahan secara definitif menjadi kabupaten dan terlepas dari induknya Kabupaten Lebak. Pemekaran Cilangkahan itu, kata dia, karena jauh tertinggal pemerataan pembangunan baik sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Selain itu juga masyarakat Selatan Banten untuk mengurus pelayanan pemerintah cukup berjauhan ke Kota Rangkasbitung sebagai Ibu Kota Kabupaten Lebak hingga menempuh perjalanan 2,5 sampai 4 jam.

Disamping itu juga infrastruktur di wilayah Cilangkahan kondisinya banyak yang buruk, seperti jalan, jembatan dan fasilitas umum lainnya. Kondisi demikian, tentu harapan dan dambaan masyarakat Cilangkahan ingin terbentuk kabupaten sendiri dan dapat mengejar ketertinggalan pembangunan itu untuk mewujudkan kesejahteraan.

Baca Juga :  Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Serta Kekeringan Sawah

“Kami ingin mengejar ketertinggalan. Untuk itu kami mendesak agar pemerintah pusat mencabut Moratorium,” kata Erwin.

Tokoh pemuda Lebak Selatan lainnya, Asep Dedi Mulyadi mengaku, jika warga menginginkan agar pemerintah pusat mencabut Moratorium. Karena berpisah dari Kabupaten induk merupakan impian warga Lebak Selatan. Lantaran selama ini, kekayaan alam di wilayah Cilangkahan cukup kaya, seperti sektor pariwisata, pertambangan, pertanian, perkebunan, dan perikanan. Kekayaan alam itu dipastikan mampu menyumbangkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sangat besar untuk pembangunan daerah.

“Kami bersama masyarakat pada tanggal 31 Juli 2024 akan mendatangi DPR dan Istana untuk minta presiden mencabut moratorium agar Cilangkahan untuk menjadi kabupaten dan lepas dari induknya dari Kabupaten Lebak,” kata Asep mantan aktifis mahasiswa di Lebak. (eem/dam)

Penulis : red

Editor : red

Berita Terkait

Bapenda Lebak Dorong Digitalisasi Daerah Lewat Rakor TP2DD
Strategi Jitu Dinsos ,Mengantisipasi ASN ke Luar Kota .
Rayakan 50 Tahun, Perumdam TKR Didorong Tingkatkan Layanan dan Ekonomi Daerah
Petugas Damkar Pinang Diduga Dianiaya, BPBD Fokus Pulihkan Kondisi Korban
Polri Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun
Daftar Lokasi Urus Dokumen Kependudukan di Kota Tangerang
Kabar Baik! Sekolah Rakyat Segera Hadir di Kota Tangerang
Kelurahan Larangan Selatan Monitor Progres Bedah Rumah di Dua Lokasi
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:38 WIB

Bapenda Lebak Dorong Digitalisasi Daerah Lewat Rakor TP2DD

Selasa, 14 April 2026 - 13:22 WIB

Strategi Jitu Dinsos ,Mengantisipasi ASN ke Luar Kota .

Senin, 13 April 2026 - 16:23 WIB

Rayakan 50 Tahun, Perumdam TKR Didorong Tingkatkan Layanan dan Ekonomi Daerah

Minggu, 12 April 2026 - 11:25 WIB

Petugas Damkar Pinang Diduga Dianiaya, BPBD Fokus Pulihkan Kondisi Korban

Rabu, 8 April 2026 - 15:08 WIB

Polri Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Berita Terbaru

headline

SDN Daan Mogot 3 Matangkan Persiapan TKA Gelombang Pertama

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:38 WIB

headline

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:47 WIB

Budaya

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:45 WIB

headline

Raker Jadi Arah Baru KORPRI Tangerang

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:43 WIB

headline

DPUPR Terunkan Kendaraan Vakum untuk Normalisasi Drainase

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:41 WIB