bantenraya.co | PANDEGLANG
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aulia guna memastikan pelayanan kefarmasian berjalan sesuai standar. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau langsung pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM), keselamatan pasien, serta manajemen risiko di rumah sakit tersebut.
Tim Dinkes disambut oleh pihak Tata Usaha RSUD Aulia dan didampingi oleh Kepala Instalasi Farmasi RS, serta Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes Pandeglang, Apt. Nandang Budiman.
“Monitoring ini bertujuan memastikan pelayanan kefarmasian sesuai kelas dan standar, terutama dalam era JKN/BPJS, di mana rumah sakit rujukan pertama seperti RS tipe D harus maksimal dalam pelayanan kepada pasien,” ujar Nandang.
Selain mengevaluasi pelayanan pasien, tim Dinkes juga melakukan pengecekan langsung ke seluruh depo farmasi dan gudang penyimpanan obat. Fokus utama dalam kunjungan ini termasuk ketersediaan obat dan vaksin indikator, serta pengecekan mutu penyimpanan dan pengelolaan obat.
Dari hasil Monev, ditemukan sejumlah catatan penting untuk peningkatan mutu pelayanan, di antaranya:
- Perlu penambahan ruang gudang obat yang permanen karena fasilitas saat ini masih bersifat sementara dan kurang memadai.
- Penambahan wastafel di ruang pelayanan untuk mendukung pengolahan resep yang higienis.
- Penambahan dan kalibrasi termometer, guna menjamin mutu obat yang disimpan sesuai suhu ideal.
- Kebutuhan akan pallet kayu untuk menyimpan obat agar tidak bersentuhan langsung dengan lantai.
“Dari indikator yang kami pantau, seperti waktu penyimpanan obat, persentase obat yang diberikan, dan kelengkapan label, secara umum masih dalam rentang standar. Tapi tentu harus terus ditingkatkan,” tambah Nandang.
Pihak Dinkes berharap kegiatan ini menjadi pemicu semangat RSUD Aulia dalam memperbaiki dan meningkatkan mutu pelayanan, khususnya di bidang kefarmasian, demi keselamatan dan kenyamanan pasien. (ian/dam)