Gas Amonia Bocor, Izin Pabrik Es di Karawaci Terancam Dibekukan

Rabu, 7 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEK LAPANGAN: Polres Metro Tangerang menurunkan personil mengecek lokasi pabrik yang mengalami kebocoran gas di Karawaci.

CEK LAPANGAN: Polres Metro Tangerang menurunkan personil mengecek lokasi pabrik yang mengalami kebocoran gas di Karawaci.

bantenraya.co | TANGERANG

Terkait insiden bocornya instalasi gas amonia pabrik es milik PT Danesja Patria Utama (DPU), memicu respon cepat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dengan melakukan evaluasi kembali kepada pihak perusahaan, Rabu (7/2/2024).

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Dadang Basuki mengaku telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi, tadi pagi (kemarin-red) kami sudah turun ke lapangan. Kebocoran itu akibat dari gas amoniak,” kata Dadang dalam keterangan resminya.

Baca Juga :  Kampung Lentera Cipondoh Makmur, Manfaatkan Handuk Bekas jadi Pot Berkualitas

Dadang mengungkapkan, bahwa DLH Kota Tangerang sebelumnya telah melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap PT Danesja Patria Utama pada tahun 2019, serta memberikan sanksi administrasi.

“Kami akan mengevaluasi sanksi administrasi 2019 yang sudah dikeluarkan, dengan opsi pemberatan sanksi menjadi pembekuan izin,” tegasnya.

Diketahui, instalasi gas amonia PT Danesja Utama Patria di Jalan KS Tubun, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang pada Selasa (6/2/2024) pukul 3.00 pagi, mengalami kebocoran.

Baca Juga :  Gunakan Knalpot Brong, 81 Motor Ditindak Polisi

Akibatnya, sebanyak 1.500 warga dari 3 RW dievakuasi ke Taman Nobar, Kali Cisadane, karena bau gas yang menyengat. Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang di bawa ke Rumah Sakit sebanyak 55 orang.

Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan-perusahaan yang berpotensi menimbulkan bahaya lingkungan dan kesehatan masyarakat. (*)

Penulis : ali

Editor : dwi teguh

Berita Terkait

May Day Penuh Kebersamaan, Buruh Tangsel Pilih Kumpul Bersama Keluarga
Rekomendasi DPRD Jadi Acuan, Pemkot Tangerang Perkuat Kinerja
Sachrudin: Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas Harus Selalu Jadi Garda Terdepan Warga
Di Era Serba Online, Warga Tangerang Diajak Lebih Cerdas Bertransaksi
Demi Kelancaran dan Keselamatan, Perlintasan KA Poris Mulai Dikebut
UPTD PPD Samsat Ciledug Siap Jalani Intruksi Bapenda Provinsi
Cek Kesehatan Gratis! Hari Posyandu Nasional Jadi Momentum Warga Tangerang
UMKM Tangerang Naik Kelas, Dekranasda Perkuat Kolaborasi di Pameran Kriya
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:24 WIB

May Day Penuh Kebersamaan, Buruh Tangsel Pilih Kumpul Bersama Keluarga

Kamis, 30 April 2026 - 15:44 WIB

Sachrudin: Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas Harus Selalu Jadi Garda Terdepan Warga

Kamis, 30 April 2026 - 13:26 WIB

Di Era Serba Online, Warga Tangerang Diajak Lebih Cerdas Bertransaksi

Kamis, 30 April 2026 - 13:22 WIB

Demi Kelancaran dan Keselamatan, Perlintasan KA Poris Mulai Dikebut

Kamis, 30 April 2026 - 12:25 WIB

UPTD PPD Samsat Ciledug Siap Jalani Intruksi Bapenda Provinsi

Berita Terbaru

headline

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:33 WIB

headline

Kabupaten Tangerang Siap Pimpin Integrasi Aglomerasi

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:21 WIB

headline

PSG 5-4 Bayern Munich Drama Hujan Gol di Leg Pertama

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:17 WIB