DLH DKI Ajak Masyarakat Gunakan Tas ‘Spunbond’ Berulangkali

Kamis, 7 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Asep Kuswanto saat meluncurkan Gerakan Gunakan Ulang Kantong Spunbond di Pasar Rakyat, berlokasi di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara.(ist)

Caption Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Asep Kuswanto saat meluncurkan Gerakan Gunakan Ulang Kantong Spunbond di Pasar Rakyat, berlokasi di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara.(ist)

Telah disediakan “spunbox” atau tempat penyimpanan kantong “spunbond” guna ulang di seluruh Kantor Kelurahan, Kecamatan, hingga di berbagai pasar di Jakarta.

JAKARTA | Bantenraya.co

Guna mengurangi sampah plastik, masyarakat diajak untuk menggunakan tas “spunbond” berulang kali hingga rusak, lalu mengumpulkannya yang sudah tidak terpakai dan menumpuk di rumah kepada petugas terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Asep Kuswanto dalam keterangan resmi di Jakarta, kemarin, mengatakan tas atau kantong “spunbond” dibuat dengan cara melelehkan serat plastik, biasanya polipropilen, kemudian ditiupkan dan dibaringkan hingga membentuk lembaran seperti kain.

“Ini terbuat dari biji plastik, yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami di lingkungan. Jika pemakaiannya tidak berkali kali maka sama saja dengan kantong plastik sekali pakai,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya telah menyediakan “spunbox” atau tempat penyimpanan kantong “spunbond” guna ulang di seluruh Kantor Kelurahan, Kecamatan, hingga di berbagai pasar di Jakarta.

Baca Juga :  Didemo Mahasiswa, Tunjangan Dewan Kabupaten Tangerang Batal Naik

Warga, imbuh dia, dapat mengambil kantong “spunbond” seperlunya di “spunbox” tersebut jika lupa membawa kantong belanja dari rumah.

Asep menjelaskan, pihaknya juga telah membuat panduan praktis pengumpulan dan pengelolaan “spunbond “guna ulang. Nantinya, warga dapat menyetorkan kantong yang sudah tidak terpakai ke Bank Sampah, BPS RW atau Satpel LH Kecamatan terdekat.

“Satpel LH di masing-masing kecamatan akan menyortir dan memastikan kebersihan dan higienitas kantong ‘spunbond’ sebelum didistribusikan kembali ke pasar-pasar Perumda Pasar Jaya,” katanya.

Asep memastikan kantong “spunbond” guna ulang yang ada di “spunbox” di pasar-pasar tersebut terjamin kebersihan dan higienitasnya.

Kemudian, berbarengan dengan ajakan pada warga untuk menggunakan tas “spunbond”, Dinas Lingkungan Hidup DKI juga dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2024, meluncurkan Gerakan Gunakan Ulang Kantong Spunbond di Pasar Rakyat, berlokasi di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara kemarin.

Baca Juga :  KPU Kota Tangerang Ajak JMSI Wujudkan Pilkada Serentak yang Transparan dan Berintegritas

Gerakan ini menjadi upaya pemerintah DKI Jakarta untuk menggaungkan pengurangan sampah di sumber, khususnya di pasar tradisional dan diikuti seluruh Wali Kota/Bupati di wilayahnya masing-masing se-Jakarta.

Hal itu untuk menguatkan kembali Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat.

“Pergub Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan harus dimasifkan ke seluruh masyarakat. Salah satu upayanya adalah dengan gerakan ini,” ujar Asep.

Dia kemudian mengingatkan masyarakat bahwa penggunaan plastik sekali pakai telah dilarang di semua pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat di Jakarta.(JR)

Penulis : il

Berita Terkait

Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan
Wujudkan Pemerataan Layanan ,PERUMDAM TKR Perluas Jaringan Air Bersih
Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak
Matangkan Arah Tataruang kota ,DCKTR Tangsel percepat Finalisasi Raperda RT RW
Bupati Dewi Apresiasi Program Karya Bakti TNI
Soma Atmaja Dorong Budaya Hukum di Tingkat Desa
Wabup Intan Tinjau RTLH di Sentul Balaraja Pastikan Segera Direnovasi
DPAD Gelar Literasi dan Story Telling di Lapas Anak Kota Tangerang
Berita ini 32 kali dibaca
Guna mengurangi sampah plastik, masyarakat diajak untuk menggunakan tas "spunbond" berulang kali hingga rusak, lalu mengumpulkannya yang sudah tidak terpakai dan menumpuk di rumah kepada petugas terkait. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Asep Kuswanto dalam keterangan resmi di Jakarta, kemarin, mengatakan tas atau kantong "spunbond" dibuat dengan cara melelehkan serat plastik, biasanya polipropilen, kemudian ditiupkan dan dibaringkan hingga membentuk lembaran seperti kain.

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:36 WIB

Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:31 WIB

Wujudkan Pemerataan Layanan ,PERUMDAM TKR Perluas Jaringan Air Bersih

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:40 WIB

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak

Senin, 18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Matangkan Arah Tataruang kota ,DCKTR Tangsel percepat Finalisasi Raperda RT RW

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:34 WIB

Bupati Dewi Apresiasi Program Karya Bakti TNI

Berita Terbaru

Banten Raya

Tradisi Bedug Bergema di Pandeglang

Selasa, 2 Jun 2026 - 13:08 WIB

headline

Pancasila Jadi Fondasi Kota Tangerang yang Harmonis

Selasa, 2 Jun 2026 - 13:05 WIB

Banten Raya

Bedug Diusulkan Jadi Simbol Pembuka Acara Resmi

Selasa, 2 Jun 2026 - 13:03 WIB