Bantenraya.co | PANDEGLANG
Simodis merupakan aplikasi Sistem Manajemen Obat dan Bahan Medis ( Simodis) yang bertujuan untuk memantau ketersediaan dan transaksi obat dan bahan medis secara online yang ada di UPT Gudang Farmasi (GFK).
Apt.Yuyun Sumiati, S.Si kepala UPT gudang Farmasi mengatalan Simodis ini merupakan gagasan dr Ibu Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, yang pada saat itu masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang. Dengan suatu harapan Aplikasi ini bisa memudahkan kita mengetahui persediaan obat dan bahan medis yg ada di UPT Gudang farmasi sampai di tingkat puskesmas tersebar di Kabuoaten Pandeglang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi dengan hanya membuka website kita bisa melihat berapa stok obat a misalnya di puskesmas. Aplikasi ini terbilang baru di kabupaten Pandeglang yang nantinya bisa terintegrasi ke SIPEDA (Sistem Informasi Persediaan Daerah.) Aplikasi ini memuat hampir semua tahapan dalam pengelolaan obat,” paparnya.
Di katakan Yuyun Dari mulai barang di terima dari bagian aset dinas kesehatan yang biasanya kita GFK (gudamg farmasi kabupaten) menerima barang dan BAST ( berita acara serah terima barang) sebagai bukti penyerahan barang. Bast tersebut di input kedalam aplikasi yg memuat nama obat,satuan, jumlah, harga satuan, total harga , no batch dan bahkan tanggal kadaluarsanya.
“Obat atau bahan medis yang sudah di input menjadi stok yg tercatat di gudang farmasi yg memiliki nilai persediaan yg siap untuk di distribusikan. Untuk pendistribusian dilakukan dengan cara PKM (Puskesmas)melakukan permintaan secara manual ke gudang farmasi yg seharusnya dilakukan langsung oleh PKM melalui aplikasi,” tuturnya.
Namun, sambung dia, karena masih terbatasnya aplikasi tersebut hal tersebut belum bisa di lakukan Jadi PKM membawa surat amprahan atau LPLPO ke GPK kemudian d input oleh petugas GFK dan di sesuaikan dengan stok yang ada di GFK.
Setelah d input sebagai bukti pengeluaran barang bisa di cetak SBBK ( surat bukti barang keluar ) dan ini bisa langsung di lakukan penerimaan oleh PKM dengan terlebih dahulu melakukan pengecekan dan di sesuaikan antara sbbk dengan fisik yang di terima.
“Jadi di cek dulu sebelum PKM melakukan penerimaan di aplikasi Setelah barang tersebut di terima secara otomatis menjadi stok di PKM Selain pendistribusian aplikasi ini juga bisa menampilkan kartu stok Barang untuk mengetahui masuk dan keluarnya obat atau BMHP( bahan medis hanis pakai) Laporan Stok opname bulanan, rekap laporan dll. Bahkan untuk laporan stok akhir tahun nanti kami pastikan GFK sudah bisa menarik data melalui aplikasi simodis,” imbuhnya.
Namun sayangnya masih belum bisa menyajikan data format 1, 2, 3 yang biasa di minta oleh tim audit external. Jadi dari data yang kita tarik di masukin lagi tuh secara manual ke format yang di minta.
“Semoga kedepannya aplikasi Simodis ini terus mengalami pengembangan agar memudahkan kita dalam memantau persediaan yg ada di kabupaten Pandeglang. Dengan begitu kan bisa membantu pengelolaan obat lebih efektif dan efesien untuk Pandeglang Sehat,” Harap Yuyun. (ian/dam)







