Terapi Radio Frekuensi, Inovasi Medis untuk Atasi Nyeri Lutut Akibat Pengapuran

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | BINTARO

Apakah Anda sering merasakan nyeri pada lutut akibat pengapuran? Atau sudah menjalani tindakan operasi lutut, namun keluhan nyeri masih tetap dirasakan? Kondisi seperti ini cukup umum dialami banyak pasien, terutama yang mengalami nyeri kronis pada sendi lutut.

Berbagai upaya biasanya dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri agar kualitas hidup tetap terjaga. Salah satu metode medis yang kini banyak menjadi pilihan adalah terapi Radio Frekuensi pada saraf lutut, atau dalam istilah medis dikenal sebagai Genicular Nerve Radiofrequency Ablation.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa Itu Terapi Radio Frekuensi pada Saraf Lutut?

Terapi Genicular Nerve Radiofrequency merupakan prosedur medis yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dengan cara menekan atau menghambat sinyal nyeri yang berasal dari saraf-saraf kecil di sekitar lutut.

Dengan menargetkan saraf-saraf tertentu tersebut, terapi ini membantu pasien merasakan penurunan nyeri sehingga lebih nyaman dalam beraktivitas sehari-hari, tidur lebih berkualitas, serta memungkinkan pasien melakukan latihan fisik untuk menjaga kekuatan dan fungsi lutut.

Baca Juga :  Dinkes Pandeglang dan Kemenkes Gelar Rakor Pengusulan Alkes Lewat Proyek SOPHI dan InPULS

Mengapa Terapi Ini Dibutuhkan?

Nyeri lutut yang berkepanjangan dapat terjadi akibat berbagai kondisi, seperti pengapuran sendi (osteoarthritis) maupun kondisi pasca tindakan operasi. Pada beberapa kasus, metode pengobatan konvensional belum memberikan hasil peredaan nyeri yang optimal.

Dalam kondisi inilah terapi radio frekuensi menjadi salah satu opsi medis yang dapat dipertimbangkan untuk membantu mengontrol nyeri secara lebih efektif dan terarah.

Manfaat Terapi Radio Frekuensi

Beberapa manfaat utama dari terapi ini antara lain:

  • Mengontrol nyeri kronis: Efektif untuk nyeri lutut akibat pengapuran maupun pasca operasi.
  • Meningkatkan mobilitas: Mengurangi rasa sakit sehingga pasien lebih mudah bergerak dan beraktivitas.
  • Prosedur presisi tinggi: Dilakukan oleh dokter spesialis menggunakan bantuan alat seperti USG atau C-Arm untuk memastikan target saraf yang tepat.

Kondisi Setelah Tindakan

Menurut Dokter Spesialis Anestesi RS Sari Asih Bintaro, dr. Retno Suryandari, Sp.An-TI, FIP, AIFO-K, pasien umumnya akan merasakan sedikit nyeri di area bekas tindakan serta sensasi baal sementara setelah prosedur dilakukan. Namun, perbaikan nyeri yang signifikan biasanya mulai dirasakan dalam beberapa minggu setelah tindakan.

Baca Juga :  Dinkes Lebak Terbaik Kedua Program Cek Kesehatan Gratis di Banten

Tidak Hanya untuk Nyeri Lutut

Selain untuk nyeri lutut, terapi radio frekuensi juga dapat digunakan untuk menangani berbagai jenis nyeri lainnya, seperti:

  • Nyeri kepala
  • Nyeri leher
  • Nyeri punggung dan pinggang belakang
  • Nyeri pasca-herpes

Kapan Perlu Konsultasi?

Jika Anda mengalami nyeri yang tidak kunjung membaik atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya tidak menunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis. Penanganan yang tepat dan terukur dapat membantu mencegah kondisi semakin memburuk.

Dengan perkembangan teknologi medis saat ini, terapi radio frekuensi menjadi salah satu alternatif yang dapat membantu pasien mengelola nyeri secara lebih efektif dan meningkatkan kualitas hidup.(Wil)

Berita Terkait

Pemkot Tangerang Pastikan Ambulans Gratis 119 Siap Layani Kondisi Darurat, Begini Cara Mengaksesnya
Dinkes Pandeglang Latih Bidan FKTP
Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Perkuat Edukasi Manajemen Stres Dan Dukungan Psikologi Awal
Yuk Jaim Jadi Strategi Kota Tangerang Tekan Risiko Stunting Sejak Dini
Stunting di Kota Tangerang Capai 5,4 Persen, Pencegahan Jadi Prioritas
Penyakit Hati Kronis: Kenali Gejala Awal dan Pemicunya
Pemkot Tangerang Perkuat Penataan Kawasan Tugu Adipura dari Aktivitas PKL Liar
Prime Plaza Run 2026 Resmi Kembali, Hadir dengan Semangat dan Pengalaman Baru
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:44 WIB

Terapi Radio Frekuensi, Inovasi Medis untuk Atasi Nyeri Lutut Akibat Pengapuran

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:58 WIB

Pemkot Tangerang Pastikan Ambulans Gratis 119 Siap Layani Kondisi Darurat, Begini Cara Mengaksesnya

Senin, 29 Juni 2026 - 13:27 WIB

Dinkes Pandeglang Latih Bidan FKTP

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:16 WIB

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Perkuat Edukasi Manajemen Stres Dan Dukungan Psikologi Awal

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:52 WIB

Yuk Jaim Jadi Strategi Kota Tangerang Tekan Risiko Stunting Sejak Dini

Berita Terbaru

Kota Tangerang Selatan

Sinergi Kadin Tangsel-Dinas Ketenagakerjaan Dorong Peningkatan Kualitas SDM

Jumat, 3 Jul 2026 - 10:34 WIB