bantenraya.co | TANGERANG
Bulan April identik dengan kelahiran R.A Kartini. Pahlawan ini telah menjadi sosok inspiratif banyak perempuan.
Ketua PGRI Kabupaten Tangerang, Cucu Safullah memiliki pandangan yang mendalam tentang peringatan Hari Kartini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan kalimat R.A Kartini dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang “Seorang guru bukan hanya sebagai pengasah pikiran saja, melainkan juga sebagai pendidik budi pekerti” menjadi salah satu bahan renungan baginya.
Di zaman milenial seorang guru tidak hanya dituntut mentransfer ilmu sesuai skillnya, tetapi juga harus mampu mendidik siswanya dalam hal budi pekerti luhur.
Cucu berpendapat, mewarisi perjuangan sosok Kartini berarti memperjuangkan agar hak pendidikan perempuan benar-benar sama dengan laki-laki.
“Secara kodrat memang tidak sama antara laki-laki dan perempuan. Namun, dilihat dari hak-hak sebagai warga negara, baik dalam hak pendidikan, kebebasan politik, keduanya merupakan dua sosok yang setara,” kata Cucu.
Cucu menjelaskan, momentum Hari Kartini merupakan momentum untuk menguatkan komitmen dalam meneruskan perjuangan Kartini terutama dalam memajukan pendidikan.
Dia menyebutkan, frasa “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan hanya sebuah judul buku, tetapi juga gambaran tentang perjuangan Kartini dalam melawan budaya patriarki yang mengekang kaum wanita pada masanya.
Lalu, terang yang dimaksud Kartini, kata Cucu, dapat dimaknai sebagai pencerahan melalui pendidikan dan emansipasi. (*)
Penulis : Mas
Editor : Mas







