Kelangkaan Minyakita di Pasar Tradisional, Harga Melonjak hingga Rp18 Ribu per Liter

Selasa, 25 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | LEBAK

Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita kembali terjadi di sejumlah pasar tradisional, menyebabkan harga melambung hingga Rp18 ribu per liter. Kondisi ini dirasakan di beberapa daerah, termasuk Pasar Sampai, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.

Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan Minyakita, terutama menjelang bulan Ramadan ketika kebutuhan minyak goreng meningkat. Berdasarkan pantauan di beberapa pasar di Lebak, stok Minyakita mulai berkurang sejak awal Februari 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa pedagang mengaku hanya menerima pasokan terbatas dari distributor, sehingga mereka harus membatasi penjualan kepada pelanggan. “Biasanya bisa dapat lima hingga sepuluh dus dalam sekali kirim, sekarang paling banyak hanya tiga dus. Itu pun cepat habis dalam hitungan jam,” ujar Nurhasanah, pedagang di Pasar Rangkasbitung, kemarin.

Baca Juga :  Distan Lebak Ajak Warga Kibarkan Merah Putih Menyambut HUT ke 80 RI

Kondisi ini menyebabkan kenaikan harga Minyakita, yang sebelumnya berkisar antara Rp14 ribu hingga Rp17 ribu per liter, kini mencapai Rp18 ribu. Para ibu rumah tangga yang mengandalkan Minyakita sebagai pilihan lebih terjangkau pun mengeluhkan lonjakan harga tersebut.

“Minyakita biasanya lebih murah dan lebih terjangkau bagi kami yang penghasilannya pas-pasan. Sekarang cari saja sudah susah, kalau ada pun harganya mahal,” kata Sri Wahyuni, warga Kecamatan Warunggunung.

Baca Juga :  Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Dampak kelangkaan ini juga dirasakan para pedagang makanan. Siti Rohmah, penjual gorengan, mengaku harus mengurangi produksi akibat kenaikan harga minyak. “Dulu bisa beli satu jerigen untuk seminggu, sekarang harus lebih irit. Kalau harga terus naik, kami terpaksa menaikkan harga jual gorengan,” keluhnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan Minyakita dan langkah yang akan diambil untuk mengatasi permasalahan ini. Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan ketersediaan dan stabilisasi harga minyak goreng bersubsidi di pasaran. (eem/FB/ris)

Berita Terkait

Surplus Beras Lebak Tembus 240 Ribu Ton
Polres Lebak Hadirkan Layanan Perpanjangan SIM Online
Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak
Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api
90 Desa Berpotensi Kekeringan
Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026
Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:57 WIB

Surplus Beras Lebak Tembus 240 Ribu Ton

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:33 WIB

Polres Lebak Hadirkan Layanan Perpanjangan SIM Online

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:40 WIB

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak

Senin, 4 Mei 2026 - 12:26 WIB

Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 - 16:33 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Perluas Akses Layanan Publik, Gerai Samsat Cipondoh Resmi Beroperasi

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:37 WIB