bantenraya.co | TANGERANG
Pemerintah Kota Tangerang mulai melakukan penertiban dan pembongkaran bangunan di bantaran Kali Angke, tepatnya di Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan program normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang, Mulyani, menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan terhadap bangunan yang sebelumnya telah dibebaskan. Kegiatan ini merupakan tahap awal dalam mendukung program normalisasi Kali Angke yang digagas bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang.
Menurutnya, normalisasi Kali Angke ditargetkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai serta memperkuat struktur turap, sehingga mampu mengurangi potensi banjir limpahan yang kerap terjadi di kawasan permukiman sekitar.
“Hari ini kami mulai melakukan pembongkaran sebagai langkah awal pembebasan lahan. Harapannya, program ini dapat memperluas daya tampung sungai dan memberikan perlindungan bagi masyarakat dari ancaman banjir,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tangerang menerjunkan puluhan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Disperkimtan, serta aparat kecamatan dan kelurahan setempat. Proses pembongkaran juga didukung dengan penggunaan alat berat guna mempercepat pekerjaan di lapangan.
Mulyani menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 41 bidang bangunan telah dibongkar, dan proses penertiban akan terus dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan sesuai arahan instansi terkait.
“Alhamdulillah, proses berjalan lancar. Selanjutnya, pembongkaran akan terus dilakukan hingga seluruh area yang menjadi target normalisasi dapat diselesaikan,” tambahnya.
Pemkot Tangerang menegaskan bahwa program normalisasi Kali Angke menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam pengendalian banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Karang Tengah, Ciledug, dan Cipondoh yang selama ini rawan terdampak genangan.
Melalui langkah ini, diharapkan risiko banjir dapat ditekan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertata bagi masyarakat di sekitar aliran Kali Angke. (will/dam)







