bantenraya.co | TANGERANG
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Aliyah (MA) Yabika, menggelar seminar interaktif literasi digital dengan melibatkan pelajar dari 11 SMP dan MTs di Kecamatan Jambe dan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini menjadi ikhtiar pelajar, dalam merespons tantangan dunia digital yang kian kompleks dikalangan generasi muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seminar menghadirkan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang, Dr. Ahmad Farhan, S.Sos., MM., MBA, yang menyampaikan materi bertajuk “Jejak Digital dan Etika Bermedia Sosial bagi Pelajar Cerdas”.
Ia menegaskan, ruang digital bukanlah ruang tanpa batas nilai.
“Jejak digital adalah rekam jejak yang akan terus melekat pada diri seseorang. Pelajar harus cerdas dan beretika dalam bermedia sosial agar teknologi menjadi sarana pengembangan diri, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Pemateri kedua, Wakasat Reskrim Polresta Tangerang, AKP Maskuri, S.H., mengingatkan pelajar tentang risiko cyberbullying dan potensi pelanggaran hukum di dunia maya.
Dalam paparannya bertema “Bijak Berinternet untuk Menghindari Cyberbullying dan Pelanggaran Hukum”, ia menekankan pentingnya kesadaran hukum sejak usia sekolah.
“Internet adalah ruang publik yang memiliki konsekuensi hukum. Setiap unggahan, komentar, dan pesan harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas AKP Maskuri.
Menariknya, seminar ini juga melahirkan gagasan pembentukan Forum Anak Digital Tangerang.
Forum tersebut dirancang sebagai wadah kolaboratif pelajar untuk memanfaatkan media sosial secara positif, khususnya dalam mengeksplorasi kearifan lokal, potensi daerah, serta berbagai keunggulan Kabupaten Tangerang melalui konten kreatif dan edukatif.
Melalui forum ini, pelajar diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi digital, tetapi juga produsen konten yang berkontribusi pada pembangunan karakter dan citra positif daerah.
Sebagai tindak lanjut, para peserta seminar didorong untuk menjadi agen literasi digital di sekolah masing-masing. Mereka diharapkan mampu mengajak rekan-rekannya untuk berinternet sehat, menolak praktik cyberbullying, serta membangun budaya bermedia sosial yang bijak, santun, dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang digagas OSIS MA Yabika ini, mendapat apresiasi, karena dinilai sejalan dengan upaya penguatan karakter pelajar di era digital, sekaligus mendukung program literasi digital nasional yang berorientasi pada etika, keamanan, dan kebermanfaatan teknologi. (*)
Penulis : Den
Editor : Mas







