Panen Raya Padi Dipastikan Agustus-September

Kamis, 11 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | LEBAk

Tanaman padi di Kabupaten Lebak, dipastikan panen raya terjadi pada Agustus – September 2024, karena hingga kini tidak terjadi kekeringan. Petani terbantu dengan ketersediaan pasokan air hujan yang belakangan terjadi.

“Kita sangat terbantu tanaman padi terpenuhi ketersediaan pasokan air hujan sejak beberapa hari terakhir,” kata Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Dike Cidrasari, kepada awak media di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rabu (10/07/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanaman padi yang panen di wilayahnya pada Agustus – September 2024 seluas 300-400 hektare yang tanam rata-rata Mei – Juni lalu.

Baca Juga :  BI Banten Optimis Pertumbuhan Ekonomi Banten Tumbuh 6 Persen Di Tahun 2026

Saat ini, tanaman padi di areal persawahan Blok Pasir Kupa sekitar 20 hektare tumbuh hijau dan subur, karena terpenuhi pasokan air hujan.

Padahal, kata dia, sebelumnya terdapat beberapa lokasi di Kalanganyar areal persawahan mengalami kekeringan.

Bahkan, mereka petugas akan melakukan Brigade Pompanisasi untuk memenuhi ketersediaan air, namun beruntung beberapa hari terakhir dilanda hujan.

“Kami meyakini tanaman padi yang usia 30-60 hari relatif aman terpenuhi air dan dipastikan panen Agustus – September mendatang,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Serang Yakin Raih Juara 1 Percepatan Penurunan Stunting 2023

Ketua Kelompok Tani Lembok Harapan, Desa Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Mansyur mengatakan, pihaknya merasa lega setelah tanaman padi diwilayahnya seluas 20 hektare terpenuhi ketersediaan air.

Saat ini, tanaman padi yang usianya 30 hari setelah tanam terpenuhi ketersediaan air hujan dan memastikan bisa panen September 2024.

“Kami meyakini tanaman padi tumbuh subur dan tidak terserang hama maupun penyakit organisme pengganggu tanaman (OPT), karena menggunakan benih varietas inpari 32,” kata Mansyur. (Jat/eem/ris)

Penulis : red

Editor : red

Berita Terkait

Pemkot Tangerang Buka Pelaporan LKPM Triwulan I 2026, Pelaku Usaha Diminta Taat
Penertiban Pajak Kendaraan Digelar, 85 Kendaraan Terjaring di Ciledug
Wagub Banten Ajak Kaum Perempuan Produktif Berwirausaha
Dominasi Ekonomi Banten, Kota Tangerang Berkontribusi Hingga 25,64 Persen
Tinjau Rumah Warga, Bupati Salurkan Bantuan Bedah Rumah
Kesempatan Terakhir Nikmati Diskon PBB Kota Tangerang
Ekonomi Nasional Diproyeksikan Tumbuh 5,5 Persen pada 2026
BI Banten Optimis Pertumbuhan Ekonomi Banten Tumbuh 6 Persen Di Tahun 2026
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 16:02 WIB

Pemkot Tangerang Buka Pelaporan LKPM Triwulan I 2026, Pelaku Usaha Diminta Taat

Selasa, 7 April 2026 - 15:49 WIB

Penertiban Pajak Kendaraan Digelar, 85 Kendaraan Terjaring di Ciledug

Selasa, 7 April 2026 - 11:54 WIB

Wagub Banten Ajak Kaum Perempuan Produktif Berwirausaha

Selasa, 7 April 2026 - 10:50 WIB

Dominasi Ekonomi Banten, Kota Tangerang Berkontribusi Hingga 25,64 Persen

Kamis, 2 April 2026 - 13:43 WIB

Tinjau Rumah Warga, Bupati Salurkan Bantuan Bedah Rumah

Berita Terbaru

headline

SDN Daan Mogot 3 Matangkan Persiapan TKA Gelombang Pertama

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:38 WIB

headline

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:47 WIB

Budaya

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:45 WIB

headline

Raker Jadi Arah Baru KORPRI Tangerang

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:43 WIB

headline

DPUPR Terunkan Kendaraan Vakum untuk Normalisasi Drainase

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:41 WIB