bantenraya.co | TANGERANG
Aliansi Mahasiswa Penegak Demokrasi (AMPD) Kabupaten Tangerang, menggelar diskusi publik terkait Peranan Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), Pantai Indah Kapuk (PIK2) pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang, Minggu, (15/12/2024).
Dalam acara diskusi tersebut hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, H. Kholid Ismail, Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, H. Slamet Budhi Mulyanto, Pimpinan Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat Pesisir, Dr (C) M. Firdaus Oiwobo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang, Slamet Budhi Mulyanto, mengungkapkan pihaknya terus berusaha dengan berbagai cara, dalam melakukan penggalian potensi-potensi Pendapatan Asli Daerah.
“Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada setiap tahunnya mengalami perubahan, meskipun beberapa tahun lalu mengalami penurunan karena adanya pandemi Covid-19, alhamdulillah saat ini sudah mulai stabil,” kata Slamet Budhi.
Saat ini, ungkap Slamet Budhi, kontribusi dari adanya Proyek Strategi Nasional (PSN) seperti kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK2) berimbas pada penerimaan pajak dan retribusi, dari berbagai sektor yang terus tumbuh dengan menyumbangkan nilai siginifikan pada PAD Kabupaten Tangerang.
Dimana kawasan yang saat ini menjadi lokasi PSN PIK2, sebelumnya merupakan kawasan dengan perputaran ekonomi yang lemah bahkan lahan kosong.
Namun dengan adanya pembangunan PSN PIK2, tentunya terjadi pertumbuhan perputaran ekonomi termasuk pendapatan pajak dan retribusi sebagai PAD. Mulai dari pajak sektor perhotelan, pajak sektor restoran sampai dengan sektor hiburan dan parkir.
“Tentunya dengan adanya kawasan PIK2 ini, pendapatan pajak dan retribusi dari beberapa sektor meningkat, sekarang setelah dibangun perumahan, kuliner, bisnis, otomatis berdampak pada peningkatan pajak asli daerah,” ungkapnya.
Slamet Budhi juga memaparkan, dampak positif dari PSN PIK2 bukan hanya soal PAD yang meningkat. Namun juga secara otomatis terbukanya lapangan pekerjaan, seiring terciptanya perkembangan pada daerah tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail, mengatakan Proyek Strategis Nasional membutuhkan adanya kolaborasi mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten sampai dengan seluruh elemen masyarakat.
Nantinya, kata dia, setiap kebijakan pemerintah pasti akan melihat dari sisi manfaat maupun tidak manfaatnya.
Terkait dengan munculnya kontradiksi berkaitan PSN PIK2 antara kelompok yang mendukung dengan yang tidak mendukung, dirinya mengingatkan agar semua pihak memperhatikan manfaat untuk masyarakat Tangerang di bagian utara.
“Kasian masyarakat Kabupaten Tangerang bagian utara, kenapa?, perlu diketahui dulu itu Kabupaten Tangerang termasuk menjadi green belt terutama untuk di wilayah utara,” ujar Kholid.
“Kalau tidak salah sudah direvisi, dimana sekarang yang terbaru yaitu Keppres 54, kalau dulu tidak bisa ngapa-ngapain, sekarang adanya PSN bisa ada jembatan penghubung antata DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang,” ucapnya. (*)
Penulis : Mar
Editor : Chan







