bantenraya.co I JAKARTA
Ekonomi Indonesia terus menggeliat dengan pengembangan, pemberdayaan desa dan mengembangkan potensi pariwisata berbasisi kearifan lokal.
Untuk memdorong hal tersebut, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, telah menyelesaikan program Pengabdian Masyarakat bertema “Pendampingan Implementasi Paket Wisata Edukasi Live In” di Desa Sukamandi, Masagi, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Sukamandi, Agus Setiawan, menyambut baik program ini. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan wisata desa.
“Kami sangat berterima kasih kepada UNJ yang telah memilih Desa Sukamandi, sebagai lokasi program pengabdian masyarakat. Program ini sangat membantu kami dalam mengembangkan potensi wisata desa yang selama ini belum tergarap optimal,” kata Agus Setiawan.
Sementara itu, Lala Siti Sahara, S.Pd., M.Si. Ketua Pelaksana PKM UNJ, memaparkan, kegiatan ini wujud nyata komitmen UNJ dalam mengembangkan potensi pariwisata desa, berbasis edukasi yang berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberdayakan masyarakat lokal untuk mengoptimalkan potensi wisata desa melalui konsep live in, yang memberikan pengalaman autentik kepada wisatawan.
“Program ini bertujuan mendampingi masyarakat Desa Sukamandi, dalam mengembangkan dan mengimplementasikan paket wisata edukasi dengan konsep live in, yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal,” ungkap Lala.
Kegiatan yang berlangsung selama bulan April 2025 ini, meliputi serangkaian workshop, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada masyarakat desa dalam hal pemetaan potensi wisata, identifikasi dan dokumentasi asset wisata alam, budaya, dan kuliner khas Desa Sukamandi yang dapat dikemas menjadi produk wisata edukasi.
Selain itu, pelatihan pengelolaan homestay. Hal tersebut mengenai pemberian pelatihan kepada warga mengenai standar pelayanan homestay, kebersihan, keamanan, dan hospitality untuk wisatawan dan pengembangan paket aktivitas edukasi. Perancangan berbagai aktivitas edukatif seperti workshop kerajinan lokal, pertanian tradisional, dan pengenalan budaya setempat.
Hasil dari program ini, terbentuknya paket wisata edukasi live in yang siap dipasarkan, peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola wisata desa, serta terciptanya jejaring kerjasama antara desa dengan industri travel yang berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami berharap Desa Sukamandi dapat menjadi destinasi wisata edukasi unggulan di Kabupaten Subang yang tidak hanya memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal,” tambah Lala. (*)
Penulis : rls
Editor : Mas







