bantenraya.co | TANGERANG
Di tahun politik ini segala tantangan dan ujian menghampiri semua pemangku. Termasuk ASN yang tak lepas dari issue hoax dan black campaign.
Hal tersebut diungkapkan Akademisi dan pengamat politik UMT Memet Chumaidi. Menurutnya, pilkada di Kabupaten Tangerang kali ini memang ujian berat bagi ASN. Kenapa demikian, dikarenakan ada dua kandidat potensial yaitu Mad Romli (mantan wakil bupati Tangerang) dan Maesyal Rasyid (sekda kabupaten Tangerang), keduanya menjadi bagian yang lekat dengan birokrasi di Kabupaten Tangerang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ujian besar bagi ASN ini harus disikapi bijak oleh para pihak. Jangan sampai pesta demokrasi yang riang gembira, malah sebaliknya yang justru merugikan para kandidat,” jelasnya.
Munculnya berita hoax dan black campaign, sambung Memet, akan menurunkan persepsi publik tentang dinamika yang ada. Karenanya sebelum melakukan tindakan demikian maka dibutuhkan tabayyun. Tabayyun diperlukan untuk mengantisipasi polemik yang muncul di kemudian hari.
ASN memiliki peran dan tanggung jawab yang signifikan dalam menjaga netralitas dan profesionalisme selama Pilkada. Sedari awal Pj Bupati mengantisipasi hal tersebut dengan mengeluatkan SE no 8 tahun 2024 tentang netralitas ASN pada pilkada 2024. Artinya profesionalisme ASN dengan pelbagai dinamika politik tidak tersangkut kanan dan kiri atau dukung mendukung pada masing-masing kandidat.
Kiranya mari sama-sama memaknai pesta demokrasi (pemilu) ini sebagai ajang adu gagasan yang memuat konsep ideal di mana pemilihan umum digunakan sebagai platform untuk berbagi ide, visi, dan rencana konkret untuk kemajuan masyarakat.
“Dalam konteks ini, pemilu tidak hanya menjadi soal perebutan kekuasaan, tetapi juga menjadi forum yang mempertemukan berbagai perspektif dan solusi atas masalah yang dihadapi oleh masyarakat,” tandasnya. (*)
Penulis : ard
Editor : dwi teguh







