Perkuat Upaya Eliminasi TBC, Pemkot Tangerang Intensifkan Active Case Finding di 39 Puskesmas

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | TANGERANG

Dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC), Pemkot Tangerang menghadirkan layanan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus secara aktif. Program ini kini dijalankan secara serentak di 39 puskesmas, bekerja sama dengan lintas sektor dan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) rujukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, ACF dilakukan untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin. Sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Dalam hal ini, 39 puskesmas blusukan ke pemukiman warga untuk melakukan skrining massal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“TBC bisa disembuhkan jika ditangani sejak awal. Karena itu, layanan ACF memperkuat skrining, pemeriksaan, hingga pengobatan tuntas,” jelas dr. Dini, Senin (24/11/25).

Baca Juga :  Sachrudin Berharap Pembangunan Tak Hanya Mengejar Pertumbuhan Ekonomi

Melalui program ini, masyarakat dapat melakukan skrining mandiri gejala TBC melalui aplikasi Ransel TBC. Jika ditemukan gejala mencurigakan, petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan rontgen mobile, kemudian dipastikan melalui Tes Cepat Molekuler (TCM).

“Jika hasil pemeriksaan menyatakan positif TBC, pasien langsung mendapatkan pengobatan sesuai standar hingga tuntas. Selain itu, petugas juga akan melakukan tracing kontak erat untuk mencegah penularan lebih lanjut di lingkungan keluarga maupun tempat aktivitas sehari-hari,” papar dr. Dini.

Upaya eliminasi TBC di Kota Tangerang juga diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, fasilitas kesehatan, kader posyandu, hingga komunitas kesehatan.

Baca Juga :  Layanan Mobil Jenazah Gratis Kota Tangerang Beroperasi 24 Jam Termasuk Hari Libur

“Dengan kerja bersama, eliminasi TBC bisa dipercepat, tidak hanya melalui pengobatan, tapi juga pencegahan dan edukasi masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk berperan aktif melakukan skrining mandiri dan tidak ragu memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam tidak turun, berat badan turun tanpa sebab atau keringat di malam hari.

“Msyarakat Kota Tangerang diimbau untuk memanfaatkan Ransel TBC atau akses laman ranseltbc.tangerangkota.go.id. Bisa juga ke puskesmas untuk pemeriksaan berupa wawancara gejala, rontgen dada (x-ray) atau pemeriksaan dahak, tergantung hasil skrining awal,” pungkasnya.(Wil)

Berita Terkait

Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN
RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman
Tinawati Salurkan PMT untuk Cegah Stunting di Pandeglang
Anak Terkena Campak? Ini Panduan Perawatan di Rumah dari Dinkes Tangerang
Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN
Pemkot Tangerang Perkuat Standar Kesehatan Ibu dan Anak dengan Kolaborasi Strategis
Antisipasi Narkoba, Ratusan Pegawai Perumda Tirta Benteng Jalani Tes Urine
Puskesmas Kunciran Kota Tangerang Imbau Warga Kenali Gejala Awal Kanker Serviks
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:33 WIB

Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN

Rabu, 15 April 2026 - 15:25 WIB

RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman

Jumat, 10 April 2026 - 11:26 WIB

Tinawati Salurkan PMT untuk Cegah Stunting di Pandeglang

Kamis, 9 April 2026 - 19:41 WIB

Anak Terkena Campak? Ini Panduan Perawatan di Rumah dari Dinkes Tangerang

Kamis, 9 April 2026 - 13:27 WIB

Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN

Berita Terbaru

Banten Raya

Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Rabu, 15 Apr 2026 - 15:40 WIB

headline

Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN

Rabu, 15 Apr 2026 - 15:33 WIB

headline

Aktivis Nilai CSR Kota Tangerang Belum Maksimal

Rabu, 15 Apr 2026 - 15:29 WIB