Bantenraya.co | LEBAK
Kelompok tani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menerima bantuan peralatan pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia sebagai upaya mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan perekonomian petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan bantuan tersebut disalurkan untuk menunjang peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penyaluran bantuan peralatan pertanian ini bertujuan mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dalam rangka menyukseskan program swasembada pangan nasional,” kata Rahmat di Lebak, Minggu (11/01/2026)
Ia menjelaskan, bantuan dari Kementan yang disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Lebak meliputi 23 unit traktor roda empat dan dua unit traktor rotavator crawler. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lebak juga menyalurkan bantuan tambahan berupa 57 unit traktor roda dua.
“Seluruh bantuan tersebut telah diserahkan kepada masing-masing kelompok tani sesuai dengan Surat Keputusan calon petani dan calon lokasi (CPCL),” ujarnya.
Rahmat menyebutkan, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kabupaten Lebak memiliki luas baku sawah (LBS) sebesar 52.025 hektare. Dengan luas tersebut, indeks pertanaman (IP) di Lebak saat ini telah mencapai tiga kali musim tanam padi dalam setahun.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, produksi beras di Kabupaten Lebak tercatat mencapai 402.610 ton dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa. Sementara itu, konsumsi beras masyarakat Lebak rata-rata mencapai 12.854 ton per bulan atau sekitar 154.253 ton per tahun.
“Penyerapan beras hingga Desember 2025 mencapai 141.399 ton, sehingga Kabupaten Lebak mengalami surplus beras sebesar 261.211 ton atau mencukupi kebutuhan selama 20 bulan,” kata Rahmat.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Lebak dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi daerah lumbung pangan dan mengalami surplus beras secara berkelanjutan.
“Ini menjadi bukti nyata kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Lebak,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah petani mengaku menyambut baik bantuan peralatan pertanian tersebut. Ahmad, seorang petani asal Kecamatan Cibadak, mengatakan bantuan alat pertanian sangat membantu petani dalam menekan biaya produksi.
“Dengan adanya bantuan ini, biaya produksi bisa lebih hemat dan indeks pertanaman bisa meningkat dari dua kali menjadi tiga kali musim tanam,” kata Ahmad.
Ia menambahkan, bantuan peralatan pertanian juga meningkatkan semangat petani untuk terus menggeluti usaha pertanian pangan.
“Kami yakin pertanian bisa menjanjikan pendapatan ekonomi yang lebih baik bagi petani,” ujarnya. (eem/dam)







