bantenraya.co | TANGERANG
Dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (Uhamka), Jumardi menanggapi isu politik di Kabupaten Tangerang menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Tangerang.
Menurut alumnus S3 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, Pilbup awalnya ditujukan agar masyarakat mendapatkan sosok pemimpin yang berkompeten, bisa mensejahterakan masyarakat, dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Tangerang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun kenyataannya, pelaksanaannya Pilbup Tangerang justru diselewengkan untuk menciptakan politik dinasti bagi satu kelompok saja.
“Selama 10 tahun ayahnya, begitu juga 10 tahun kakaknya. Dan sekarang adiknya yang dicalonkan wakil Bupati Tangerang, terkesan dipaksakan. Banyak celah dalam pelaksanaan Pilbup ini yang justru menciptakan politik dinasti,” ungkap Jumardi, saat diskusi dengan mahasiswa Tanagerang Raya, Sabtu (20/07/2024).
Bukan tanpa sebab, ketika Pilbup berlangsung pihak yang paling diuntungkan adalah pemangku jabatan sebelumnya yang mengetahui seluk beluk pemerintahan daerah.
Jumardi menjelaskan, masyarakat yang konon memiliki pilihan menentukan pemimpin, justru dipaksa untuk memilih sosok tertentu karena pengaruh kekuasaan dari kepala daerah sebelumnya.
“Hal yang lebih buruknya pilihan yang dipaksakan ke masyarakat itu sosok tidak kompeten. Karena bisa maju di Pilbup lewat kekuatan politik dinasti, bukan karena dia cakap,” tutupnya. (*)
Penulis : mar
Editor : dwi teguh







