bantenraya.co | SERANG
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mengumumkan langkah besar untuk menghilangkan praktik calo tiket di empat pelabuhan utama: Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dengan mengadopsi teknologi digital dalam sistem pembelian tiket.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menyatakan bahwa manajemen telah secara aktif sosialisasi kepada pengguna jasa mengenai pembelian tiket secara online melalui platform Ferizy.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Digitalisasi ini tidak hanya mempercepat proses pembelian tiket, tetapi juga membantu meminimalisir antrian di pelabuhan.
“Dengan digitalisasi pembelian tiket penyeberangan feri ini, ASDP menegaskan komitmennya dalam transformasi digital untuk memberikan kenyamanan maksimal kepada para pengguna jasa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.
Saat ini, sebanyak 28 pelabuhan telah menerapkan sistem pemesanan tiket online melalui Ferizy, termasuk beberapa pelabuhan lain di Indonesia. ASDP juga meluncurkan program
“Say No to Calo” yang bertujuan untuk melindungi pengguna jasa dari praktek percaloan yang merugikan.
“Kehadiran calo dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kerugian bagi penumpang karena harga tiket yang jauh lebih tinggi dari harga resmi, serta masalah dengan boarding pass yang tidak valid,” tambah Shelvy.
Untuk menanggulangi masalah ini, ASDP telah meningkatkan patroli keamanan di pelabuhan dan menerapkan sistem geofencing yang ketat. Hal ini memastikan bahwa tiket hanya dapat dibeli melalui loket resmi dan aplikasi Ferizy, serta hanya penumpang dengan tiket resmi yang diizinkan memasuki area pelabuhan.
Pemesanan tiket ferry melalui Ferizy kini dapat dilakukan hingga 60 hari sebelum keberangkatan, dengan berbagai metode pembayaran termasuk transfer bank, virtual account, dan e-wallet seperti Bank BRI, Mandiri, BNI, BCA, LinkAja, ShopeePay, OVO, dan Dana.
“Dengan komitmen kuat dari ASDP dan dukungan aktif dari pengguna jasa, kami berharap dapat menciptakan lingkungan pelabuhan yang bebas dari calo, aman, dan nyaman bagi semua,” tutup Shelvy.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga melindungi kepentingan pengguna jasa dalam perjalanan mereka. ASDP Indonesia Ferry terus bergerak maju dalam mewujudkan standar pelayanan yang tinggi di sektor transportasi laut Indonesia. (hed/BN/ris)
Penulis : red
Editor : red






