bantenraya.co | CIMAHI
Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Revolusi Fintech untuk UKM Bakso Goreng: Strategi Keberlanjutan Menuju Keunggulan Kompetitif di Pasar Lokal”. Salah satu rangkaian kegiatan PkM ini dilaksanakan pada hari jumat tanggal 18 Juli 2025 di Cimahi Utara, Bandung dan dihadiri oleh pengusaha bakso, akademisi, serta komunitas lokal yang bergerak di bidang kewirausahaan.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Andi Harmoko Arifin, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan PkM ini terselenggara berkat dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud konkret peran dosen dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk mendorong kemajuan pelaku usaha di tingkat lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap pengusaha bakso goreng dapat memperoleh wawasan dan strategi baru melalui pemanfaatan teknologi keuangan digital, agar usahanya semakin berkelanjutan dan kompetitif di tengah persaingan pasar lokal,” ujar. Andi.
Kegiatan ini mengangkat pentingnya penerapan teknologi finansial (fintech) dalam pengelolaan usaha mikro dan kecil (UMK), khususnya di sektor kuliner. Melalui materi dan praktik langsung, pengusaha bakso dikenalkan dengan berbagai solusi digital seperti sistem pembayaran non-tunai, pencatatan keuangan berbasis aplikasi, dan pemasaran melalui platform online.
Turut hadir sebagai narasumber:
Dr. Shine Pintor Siolemba Patiro, S.T., M.M., memaparkan strategi pemasaran berbasis digital, pentingnya membangun branding yang kuat, serta optimalisasi media sosial dan kolaborasi dengan food influencer. Ia menekankan bahwa pemasaran yang tepat sasaran akan membantu produk lokal seperti bakso goreng dikenal secara lebih luas, bahkan menembus pasar nasional.
Dr. Joko Rizkie Widokarti, S.E., M.M. , membahas pentingnya keunikan nama usaha sebagai kekuatan branding. Ia menjelaskan bahwa nama usaha yang khas dan mudah dikenali akan memudahkan proses pencarian di platform digital serta menciptakan kesan yang melekat di benak konsumen.
“Nama adalah identitas awal yang membuka pintu loyalitas,” jelasnya.
Dr. Kabul Wahyu Utomo, S.E., M.Si., Tokit Masditok, dan Rustandi juga turut memberikan pemaparan dari berbagai sudut pandang mulai dari pemetaan bahan, kemasan, keuangan digital, pengelolaan bisnis, sampai kepada pengembangan kapasitas UMKM .
Kegiatan ini mendapat respons positif dari pengusaha bakso. Salah satu di antaranya, Bapak Sigit Hardadi, pemilik usaha Mie Bakso Goreng “Podomoro”, menyampaikan apresiasinya:
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami jadi paham bagaimana cara mengelola keuangan lewat aplikasi dan memasarkan produk secara online. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan untuk membantu usaha kecil seperti kami berkembang.”
Salah satu pelanggan bakso yang sempat diwawancarai yaitu Ibu Esih juga menyatakan kepuasan akan cita rasa bakso dengan harga yang terjangkau.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Diktisaintek Berdampak yang dilaksanakan Universitas Terbuka dalam upaya mendukung tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Universitas Terbuka berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan daya saing UMKM melalui adopsi teknologi dan strategi bisnis berkelanjutan.







