bantenraya.co | KARAWANG
Melalui Program Studi Usaha Perjalananan Wisata, Universitas Negeri Jakarta mendorong pengembangan potensi desa. Terbaru, Desa Cigunungsari, Kabupaten Karawang, yang dibidik. Desa ini terletak di kaki Gunung Sanggabuana, menawarkan pemandangan alam yang indah, udara segar, dan ketenangan jauh dari keramaian. Potensi ini cocok untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam yang menarik bagi wisatawan kecil maupun individu dengan berbagai aktivitas alam.
Pandemi telah mengubah preferensi wisatawan dari wisata massal ke wisata minat khusus, terutama wisata alam. Di era new normal, wisatawan cenderung mencari destinasi yang lebih eksklusif dan sepi, membuat pariwisata NEWA (Nature, Ecology, Wellness, Adventure) dan aktivitas trekking semakin populer.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jenal Abidin, Dosen Perjalanan Wisata UNJ sekaligus ketua panitia pelaksana program, menjelaskan, Desa Cigunungsari dipilih karena potensi lanskapnya yang ideal untuk trekking, mulai dari perkebunan hingga persawahan di kaki Gunung Sanggabuana.
‘’Desa Cigunungsari bekerja sama dengan Program Studi Usaha Perjalanan Wisata UNJ menjadi lokasi praktek program merdeka belajar (MBKM) KKN Tematik membangun desa wisata tahun 2024,’’ jelas Jenal.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung pada Maret – Mei 2024, dengan fokus pada Karang Taruna. Program ini dimulai dengan sosialisasi paket wisata trekking, observasi dan survei rute, penyusunan paket wisata, serta uji coba terbatas paket wisata trekking.
Nanang, anggota Karang Taruna, menyatakan, program pengembangan wisata trekking memberikan pengetahuan baru tentang potensi desa yang bisa dikembangkan menjadi paket wisata.
‘’Kami berharap paket wisata trekking ini akan meningkatkan jumlah wisatawan ke Karawang Selatan, tidak hanya untuk mengunjungi Curug Cigentis yang sudah populer,’’ ungkapnya. (*)
Penulis : red
Editor : dwi teguh







