PANDEGLANG | Bantenraya.co
Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 14 Miliar pada tahun 2022 untuk mendukung perekonomian di bidang pertanian di Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DINKOPERINDAG). Anggaran ini dimaksudkan untuk membangun Pabrik Pengelolaan Porang atau Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang.
Namun, hingga saat ini, pabrik tersebut belum beroperasi dan terlihat terbengkalai. Bahkan, halaman depan pabrik ditumbuhi rumput liar, menunjukkan kurangnya perawatan dan aktivitas di sana. Ade, security pabrik, mengkonfirmasi bahwa tidak ada kemajuan dalam perkembangan produksi dan tidak ada perhatian dari pemerintah kabupaten terhadap pabrik tersebut.
“Sangat disayangkan bangunan ini yang begitu megah dan bagus tidak dipergunakan, padahal anggarannya cukup besar dari pemerintah untuk membangun gedung atau pabrik sentral Porang,” ujarnya, Senin (10/6/2024).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, pabrik ini direncanakan untuk membantu petani Umbi Porang di Pandeglang dengan kapasitas puluhan ton setiap harinya, namun hanya berhenti pada wacana.
“Apa yang saya tahu, anggarannya cukup besar dari pemerintah untuk membangun pabrik sentral Porang ini. Harapan saya, pabrik yang dibangun dengan biaya anggaran pemerintah ini bisa cepat beroperasi,” tambahnya.
Ketua RT setempat, Suratman, juga berharap agar pabrik ini segera beroperasi. “Kalau pabrik Porang ini beroperasi, setidaknya masyarakat setempat bisa ikut beraktivitas atau bekerja, terutama kami yang merupakan masyarakat kampung yang terkena bencana tsunami 2019 lalu,” ujarnya.
“Saya yakin bahwa pabrik Porang ini belum pernah beroperasi, seperti yang saya ketahui termasuk dari masyarakat sekitar,” tambahnya.
Harapan masyarakat setempat terhadap operasional pabrik ini sangat besar, tidak hanya untuk meningkatkan perekonomian petani Umbi Porang, tetapi juga untuk menyerap tenaga kerja di wilayah Panimbang, khususnya Desa Mekarsari.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang diharapkan segera mengambil langkah untuk memastikan pabrik ini beroperasi sesegera mungkin, sehingga manfaat dari anggaran besar yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat bisa dirasakan oleh masyarakat setempat. (ian/TR)







