bantenraya.co | BOGOR
Dosen berbagai disiplin ilmu Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (Uhamka), kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemberdayaan Pemuda Karang Taruna Desa Ciaruteun Ilir Kabupaten Bogor melalui Aplikasi Pengenalan Tanaman Potensial berbasis Natural History”.
Kegiatan yang dipimpin Dr. Rizkia Suciati, M.Pd, dosen Pendidikan Biologi ini, juga diikuti oleh Zuhri., M.Kom, dosen Teknik Informatika, dan Andi., M.Pd, dosen Pendidikan Sejarah, serta Ranti An Nisaa., M.Pd. sebagai narasumber materi Etnobotani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan pengabdian ini, tim dosen memperkenalkan konsep dasar aplikasi pengenalan tanaman potensial kepada para Karang Taruna. Aplikasi tersebut dirancang untuk memberikan informasi tentang berbagai jenis tanaman yang memiliki potensi ekonomi dan ekologis di wilayah sekitar.
Rizkia Suciati menjelaskan, pentingnya mengenal dan memanfaatkan tanaman lokal yang berpotensi, tidak hanya untuk konservasi alam tetapi juga sebagai sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat setempat.
Ranti An Nisaa narasumber etnobotani menambahkan, jika tidak dikenalkan dengan tanaman lokal, bagaimana nanti anak cucu dapat tahu manfaat tanaman tersebut bagi kehidupan.
“Memberikan edukasi tentang tanaman lokal, sehingga anak cucu kita nanti akan tetap mengetahuinya,” tegas Ranti.
Tidak hanya kegiatan pengenalan tanaman saja, Zuhri juga memberikan pelatihan dasar tentang penggunaan aplikasi berbasis teknologi yang dikembangkan oleh tim.
Sementara Andi, menambahkan wawasan historis dan budaya mengenai pentingnya pelestarian tanaman lokal dalam konteks sejarah Indonesia.
Kegiatan pengabdian ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Ciaruteun Ilir. Kepala desa setempat mengapresiasi upaya para dosen dalam memberikan edukasi dan memberdayakan pemuda melalui teknologi. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi desa untuk mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.
“Program ini sangat bermanfaat, terutama bagi generasi muda kami. Dengan mengenal tanaman-tanaman yang ada di sekitar, mereka tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat menciptakan peluang ekonomi baru yang berbasis pada sumber daya alam lokal,” ungkapnya.
Selain pelatihan dan pengenalan aplikasi, tim dosen juga melakukan survei awal terhadap potensi tanaman di Desa Ciaruteun Ilir. Data yang dikumpulkan akan digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan aplikasi lebih lanjut, sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal.
“Kami berkomitmen untuk mendampingi masyarakat hingga mereka benar-benar mampu memanfaatkan teknologi ini secara mandiri. Kami berharap bahwa apa yang kami lakukan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi,” ujar Rizkia.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial universitas dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Adanya sinergi antara pendidikan, teknologi, dan kesadaran lingkungan, diharapkan Desa Ciaruteun Ilir dapat menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan para pemuda Karang Taruna dapat lebih aktif dalam menjaga dan memanfaatkan kekayaan alam di daerahnya, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat. (*)
Penulis : mar
Editor : chan







