bantenraya.co | TANGERANG
Ada-ada saja. Bukannya fokus ibadah umroh saat di Mekkah, rombongan jamaah umroh PT. Rihlah Alatas Wisata, malah membentangkan spanduk pasangan calon (Paslon) Bupati Tangerang, Maesyal-Intan.
Celakanya, dari 40 orang rombongan jamaah umroh tersebut, empat diantaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) Kesra, pada Kesekretariatan Daerah (Setda) Kabupaten Tangerang ikut berfoto bersama dengan membentangkan spanduk paslon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, nomor urut dua Maesyal-Intan.
“Empat orang ASN Kesra Setda Kabupaten Tangerang, hari ini kita panggil. Satu persatu mereka kita minta keterangannya,” tegas MK. Ullumudin, Koordinator Gakkumdu Kabupaten Tangerang, seusai memanggil ASN di Kantor Gakkumdu Kabupaten Tangerang, Kamis (21/11/2024).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut Ulum, sapaan akrab MK. Ullumudin menjelaskan, dari pemeriksaan empat orang tersebut, terungkap peran masing-masing dari ASN yang ikut membentangkan spanduk paslon Bupati Tangerang.
“Hasil dari klarifikasi sementara, yang menginstruksikan membentangkan spanduk dan salam dua jari adalah ASN dengan jabatan Kabag Kesra Setda Kabupaten Tangerang,” terang Ulum.
Bahkan salah seorang ASN tersebut mengaku, biaya umroh didanai oleh Kabag Kesra Setda Kabupaten Tangerang.
“Biaya tujuh orang ibadah umroh dibayar Pak Kabag Kesra. Namun yang ikut berfoto saat ibadah umroh hanya empat orang. Sedangkan tiga orang lainnya menghindar,” imbuh Ulum, sambil memperlihatkan foto ibadah umroh sambil membentangkan spanduk paslon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.
Menurut Ulum, membentangkan spanduk tersebut terdapat unsur kesengajaan. Karena spanduk tersebut sengaja dibawa dari Indonesia. Dan niat akan dibentangkan disela-sela kegiatan ibadah umroh.
“Terus kita perdalam. Tiga orang ASN lainnya akan kita panggil sebagai saksi, bahkan pemilik travel umroh dan yang membawa spanduk akan kita panggil. Gakkumdu tidak main-main menangani kasus netralitas ASN,” tutup Ulum. (*)
Penulis : Mar
Editor : Chan







