bantenraya.co | CILEGON
Menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1446 H dan Hari Raya Nyepi yang berdekatan, PT ASDP Indonesia Ferry bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri serta para Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) dari seluruh Indonesia menggelar rapat koordinasi di Gedung NTMC Polri, Jakarta, pada akhir pekan lalu.
Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional pelabuhan guna menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun strategi rekayasa lalu lintas, terutama karena libur Lebaran tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.
“Pada Hari Raya Nyepi, layanan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk akan dihentikan sementara sebagai bentuk penghormatan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau mengatur jadwal perjalanan dengan baik untuk menghindari kendala,” ujar Heru.
Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Kakorlantas Polri, Brigjen Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa berbagai skenario telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik, termasuk jalur tol, jalan nasional, tempat wisata, pelabuhan, bandara, dan stasiun.
“Operasi Ketupat 2025 diawali dengan survei dan pemetaan jalur-jalur utama, termasuk di kawasan penyeberangan. Kami akan merancang strategi terbaik untuk mengurai kepadatan dan memastikan perjalanan pemudik berjalan lancar,” kata Agus.
Beberapa strategi yang akan diterapkan antara lain contraflow dan one way secara situasional, terutama pada puncak arus mudik di H-2 dan H-3 Lebaran. Skenario khusus juga telah disiapkan untuk lintasan utama seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, termasuk penerapan buffer zone dan sistem penundaan (delayed system) jika terjadi kepadatan ekstrem.
Pemerintah telah menetapkan kebijakan libur sekolah mulai 21 Maret 2025 serta penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) pada 24 Maret 2025 untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Dengan kebijakan ini, diharapkan arus perjalanan pemudik dapat terdistribusi lebih merata.
Berdasarkan tren tiga tahun terakhir (2022–2024), puncak kepadatan di Pelabuhan Merak diperkirakan terjadi pada H-5 hingga H-1 Lebaran, dengan waktu kedatangan pemudik paling padat antara pukul 20.00–02.00 dan 05.00–11.00.
“Melihat pola pergerakan pemudik tahun sebelumnya, kami akan mengoptimalkan seluruh sumber daya di momen-momen kritis untuk memastikan kelancaran operasional,” jelas Heru.
Sebanyak 69 unit kapal telah disiapkan untuk melayani pemudik dari Pelabuhan Merak, termasuk pelabuhan perbantuan di Ciwandan dan BBJ Bojonegara. Pola operasi akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, mulai dari normal, padat, hingga sangat padat. Dalam kondisi padat, strategi bongkar tanpa muat akan diterapkan di pelabuhan tertentu guna meningkatkan frekuensi perjalanan kapal.
Sebagai langkah antisipatif, Pelabuhan Indah Kiat juga akan dioperasikan jika terjadi kepadatan di Pelabuhan Merak. Pelabuhan ini memiliki luas tampungan 93.426 meter persegi dengan kapasitas parkir mencapai 2.072 kendaraan kecil. Selain itu, buffer zone di Jalan Lingkar Selatan (JLS) akan difungsikan sebagai kantong parkir tambahan jika Pelabuhan Ciwandan mencapai kapasitas maksimal.
Penerapan E-Ticketing untuk Kelancaran Perjalanan
ASDP menegaskan pentingnya perencanaan perjalanan sejak jauh hari melalui sistem e-ticketing Ferizy. Tiket tidak akan dijual di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket secara online sebelum keberangkatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli tiket sejak jauh hari, mengingat pemesanan dapat dilakukan hingga H-60 sebelum jadwal keberangkatan. Dengan memanfaatkan layanan ini, pemudik dapat merencanakan perjalanan lebih baik, menghindari kepadatan, dan memastikan tiket tersedia sesuai kebutuhan,” ujar Heru.
Selain itu, pemudik diimbau untuk tiba di pelabuhan sesuai dengan jadwal keberangkatan yang tertera di tiket guna menghindari antrean dan ketidakseimbangan arus kendaraan di area pelabuhan.
“Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa agar perjalanan mudik berlangsung lancar dan nyaman. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk membeli tiket jauh-jauh hari serta merencanakan perjalanan dengan baik guna menghindari antrean di pelabuhan,” tutup Heru. (hed/BN/ris)







