Jelang Ramadhan, Harga Beras Mencapai 18 Ribu/kg

Minggu, 25 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Bantenraya.co

Mendekati bulan Ramadhan, harga beras kian meroket. Pedagang beras pun khawatir bila harga naik saat permaintaan semakin banyak, namun di sisi lain stoknya terbatas.
Ketua Umum ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri mengatakan, saat ini pedagang mengalami kesulitan mencari pasokan beras. Itu disebabkan belum petani belum masa panen, sehingga pasokan di penggilingan juga minim.
“Bukan ada potensi lagi, sangat berpotensi Ramadan ini kita bisa mengalami persoalan beras yang kedua. Karena apa? Karena kita akan panen raya mundur, paling April, bahkan bisa setelahnya,” ujar Mansuri, dikutip.
“Nyari barangnya (beras) sulit, karena memang barangnya nggak ada, dari penggilingan nggak ada, dari pabrik lokal nggak ada. Harganya juga sudah tinggi,” sambungnya.
Ia menjelaskan, harga beras medium di pasar mencapai Rp 13.000-14.000/kg, sedangkan jenis premium mencapai Rp 18.000/kg.
“(Beras) yang medium memang ada yang masih Rp 13.000, ada Rp 14.000, ada juga yang jual 15.000. Tetapi akumulasinya sekitar Rp 14.000. Kalau premium, kalau lokal, itu di atas Rp 16.000, Rp 17.000 dan ada yang jual Rp 18.000. Rata-rata (beras premium) kalau diakumulasi Rp 16.000 sampai Rp 17.000/kg,” ungkap dia.
“Ini (harga beras premium) tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Belum pernah terjadi dalam sejarah harga beras Rp 18.000, belum pernah. Harga beras itu Rp 8.000, Rp 9.000, tertinggi Rp 10.000,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menerangkan bahwa saat ini harga gabah sudah mencapai level Rp 8.000/kg, maka jika setara beras harganya Rp 16.000/kg. Tentu angka itu memang jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) baik jenis medium Rp 10.900/kg dan premium Rp 13.900/kg.
“Kalau sekarang kan harga gabah Rp 8.000/kg, maka secara mudah beras Rp 16.000/kg, udah pasti. Kalau harga gabahnya Rp 5.000/kg beras Rp 10.000/kg. Tahun lalu Rp 6.000/kg harga beras Rp 12.000/kg,” tuturnya dikutip detikcom.
Ia memaparkan, kenaikan harga beras bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karena kebutuhan biaya produksi seperti pupuk meningkat akibat perang Rusia dan Ukraina.
“Seluruh dunia juga tinggi, jadi ini nih global. Kondisi hari ini kondisi global juga demikian. Di seluruh dunia dalam pertanian perlu pupuk nggak? Ukraina masih perang, terganggu pasokan pupuk nggak? Kalau terganggu harga pupuk naik atau turun? Kalau harga pupuk naik, harga pertanian bukan hanya beras, tetapi jagung, dan lainnya naik nggak? Nah,” terang dia.
Oleh sebab itu, jika masyarakat ingin mendapatkan beras yang terjangkau dan tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET), maka bisa membeli beras Bulog Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp 10.900/kg atau Rp 54.500 per 5 kg.
Selain itu, beras-beras premium merek lainnya juga diyakini sudah mulai masuk ritel dengan harga Rp 13.900/kg. Biasanya beras di ritel dikemas dengan ukuran 5 kg-an.
“Di modern market itu kan sesuai HET Rp 13.900/kg, dan SPHP Rp 10.900/kg. Itu sudah banyak loh masuk ke ritel-ritel modern, seluruh Indonesia,” jelas Arief. (jr)

Baca Juga :  Pemprov DKI Diminta Perbanyak Program Pangan Bersubsidi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Penyaluran Beras Jilid 2 Sasar 139.358 KPM

Berita Terkait

Pemkot Tangerang Buka Pelaporan LKPM Triwulan I 2026, Pelaku Usaha Diminta Taat
Penertiban Pajak Kendaraan Digelar, 85 Kendaraan Terjaring di Ciledug
Wagub Banten Ajak Kaum Perempuan Produktif Berwirausaha
Dominasi Ekonomi Banten, Kota Tangerang Berkontribusi Hingga 25,64 Persen
Tinjau Rumah Warga, Bupati Salurkan Bantuan Bedah Rumah
Kesempatan Terakhir Nikmati Diskon PBB Kota Tangerang
Ekonomi Nasional Diproyeksikan Tumbuh 5,5 Persen pada 2026
BI Banten Optimis Pertumbuhan Ekonomi Banten Tumbuh 6 Persen Di Tahun 2026
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 16:02 WIB

Pemkot Tangerang Buka Pelaporan LKPM Triwulan I 2026, Pelaku Usaha Diminta Taat

Selasa, 7 April 2026 - 15:49 WIB

Penertiban Pajak Kendaraan Digelar, 85 Kendaraan Terjaring di Ciledug

Selasa, 7 April 2026 - 11:54 WIB

Wagub Banten Ajak Kaum Perempuan Produktif Berwirausaha

Selasa, 7 April 2026 - 10:50 WIB

Dominasi Ekonomi Banten, Kota Tangerang Berkontribusi Hingga 25,64 Persen

Kamis, 2 April 2026 - 13:43 WIB

Tinjau Rumah Warga, Bupati Salurkan Bantuan Bedah Rumah

Berita Terbaru