Angka Stunting di Lebak Capai 4.000 Kasus Pemkab Optimalkan Pendekatan Pentahelix

Kamis, 12 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | LEBAK

Kasus stunting di Kabupaten Lebak masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka prevalensi stunting di wilayah ini tercatat sebesar 35,5 persen, atau setara dengan sekitar 4.000 kasus.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, menyampaikan bahwa angka tersebut masih digunakan sebagai acuan, mengingat hasil survei gizi tahun 2024 belum dirilis secara resmi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan data hasil SKI 2023, angka stunting di Kabupaten Lebak mencapai 35,5 persen. Saat ini angka tersebut masih menjadi rujukan karena hasil survei tahun 2024 belum dipublikasikan,” ujar Tuti, Rabu (11/06/2025).

Selain merujuk pada data nasional, pemantauan juga dilakukan melalui sistem digital Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), yang dikelola oleh pemerintah daerah. Meski demikian, Tuti menekankan bahwa upaya penurunan stunting tidak cukup hanya mengandalkan data.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Longsor, Tujuh Rumah di Bayah Timur Terdampak

“Yang saat ini dilakukan oleh Pemkab Lebak dalam menekan angka stunting adalah mengoptimalkan kolaborasi dengan pihak pentahelix. Artinya, kami melibatkan lima unsur untuk bersama-sama menurunkan angka stunting,” jelasnya.

Kelima unsur dalam pendekatan pentahelix tersebut mencakup: pemerintah, media, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan.

“Kami memperkuat kembali unsur-unsur pentahelix ini agar ikut serta dalam penanganan stunting. Tidak hanya dari pemerintah, tapi juga wartawan, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan organisasi masyarakat harus bersama-sama terlibat,” imbuh Tuti.

Baca Juga :  Berburu Takjil di Kota Rangkasbitung Tradisi Ramadhan yang Selalu Dinanti

Senada dengan itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Lebak, Iyan Fitriyana, membenarkan bahwa strategi pentahelix menjadi dasar dalam percepatan penanganan stunting di daerah.

“Semua pihak bergerak sesuai dengan bidang dan kapasitas masing-masing. Pendekatan ini penting agar penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan merata,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lebak juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat, pemberian intervensi gizi, serta peningkatan akses layanan kesehatan dan sanitasi. Upaya ini akan terus dilanjutkan sambil menantikan rilis resmi hasil survei gizi terbaru pada tahun 2024, yang akan menjadi tolak ukur keberhasilan program penanganan stunting di daerah. (jat/dam)

Berita Terkait

Polres Lebak Hadirkan Layanan Perpanjangan SIM Online
Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak
Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api
90 Desa Berpotensi Kekeringan
Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026
Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:33 WIB

Polres Lebak Hadirkan Layanan Perpanjangan SIM Online

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:40 WIB

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak

Senin, 4 Mei 2026 - 12:26 WIB

Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 - 16:33 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Jumat, 17 April 2026 - 13:45 WIB

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pengalaman Panjang di DPRD Perkuat Langkah Subhan sebagai Sekwan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 09:09 WIB