bantenraya.co | CILEGON
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cilegon menggelar Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahap I tahun 2025. Survei ini diawali dengan pemutakhiran data yang berlangsung pada 1 hingga 7 Februari 2025, kemudian dilanjutkan dengan proses pendataan dari 8 hingga 27 Februari 2025. Hasil survei ini dijadwalkan akan dirilis pada Maret 2025.
Kepala BPS Kota Cilegon, Dadan Sudarmadi, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan dua kali dalam setahun dengan metode pengambilan sampel yang telah diatur oleh pusat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita sudah turunkan petugas untuk melakukan pendataan atau survei Susenas. Tentunya metode pengambilan samplingnya sudah diatur oleh pusat, dan pengambilan data dilakukan oleh petugas, yaitu mitra statistik kami,” ujar Dadan Sudarmadi, Senin (3/2/2025).
Susenas bertujuan untuk menghitung angka kemiskinan, menyusun kebijakan sosial dan ekonomi, mendukung pembangunan berkelanjutan, serta menyusun indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dan Nawacita.
Dalam survei ini, BPS mengukur berbagai parameter, termasuk konsumsi pangan dan non-pangan, seperti hunian, untuk menentukan angka kemiskinan, rasio gini, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Pada Susenas tahap I tahun 2025 di Kota Cilegon, BPS menerjunkan 65 petugas, terdiri dari 43 petugas pendata dan 22 petugas pengawas. Survei ini mencakup 8 kecamatan dengan 70 blok sensus dan menargetkan 700 rumah tangga sebagai sampel.
“Untuk petugas kami, mitra statistik, sebelum turun ke lapangan, mereka kami latih terlebih dahulu. Setelah itu, kami lakukan pemutakhiran di wilayah sampel dan wawancara lebih detail terkait karakteristik rumah tangga,” tutup Dadan.
Hasil survei ini diharapkan dapat memberikan data akurat bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan sosial dan ekonomi yang lebih tepat sasaran. (rga/BN/ris)







