Ribuan Warga Baduy Bakal Turun Gunung

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | LEBAK

Ribuan warga Baduy Luar dan Baduy Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak siap “turun gunung” merayakan tradisi Seba bersama kepala daerah guna menjalin silaturahmi dan ungkapan rasa syukur selama setahun mengelola usaha pertanian ladang.

“Kami sebagai warga Baduy Luar diharapkan bisa merayakan Seba bersama kepala daerah (bupati dan gubernur, red.) dan pejabat muspida,” kata Santa (55), seorang warga Baduy, Rangkasbitung, Senin (28/4/25).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat Baduy saat ini sudah mempersiapkan untuk merayakan seba dengan membawa pisang hasil pertanian ladang.

Bahkan, dirinya bersama kelompoknya telah menyiapkan puluhan pohon pisang yang akan dibawa ke Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak dan Gubernur Banten.

Pertemuan warga Baduy dengan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Gubernur Banten Andra Soni serta pejabat muspida merupakan upacara sakral yang harus dilaksanakan setiap tahun.

Baca Juga :  Sasar Milenial, KPU Edukasi Pemilih Lewat Film Kejarlah Janji

Perayaan tradisi seba itu dengan membawa hasil pertanian untuk diserahkan kepada kepala daerah, sebagai ungkapan syukur mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Komoditas pertanian ladang itu, antara lain pisang, beras huma, gula aren, kue tepung laksa, iris, ja’at, dan madu.

“Kami wajib melaksanakan perayaan Seba setahun sekali dan jika tidak dilaksanakan dikhawatirkan terkena malapetaka bencana karena titipan dari leluhur,” katanya.

Sekertaris Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Medi mengatakan masyarakat Baduy yang tahun ini merayakan upacara adat Seba Gede berjumlah 1.500 orang, terdiri atas Badui Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikertawarna, dan Cikeusik.

Masyarakat Baduy Dalam hingga saat ini masih kuat mempertahankan adat dengan berpergian ke manapun berjalan kaki dan dilarang naik kendaraan.

Ciri-ciri masyarakat Baduy Dalam dengan kekhasan berpakaian putih, celana putih, dan lomar atau kain penutup kepala yang juga berwarna putih.

Baca Juga :  Lebak Ditargetkan Jadi Sentra Domba Garut

Sedangkan, masyarakat Baduy Luar dengan kekhasan pakaian hitam, celana hitam, dan lomar berwarna biru menerima modernisasi.

Warga Baduy Luar ke manapun berpergian dibolehkan menggunakan angkutan, mobil, dan sepeda motor.

“Kami tahun ini menggelar Seba Gede atau kunjungan besar hingga 1.500 orang dan berharap berjalan lancar dan sukses,” katan Medi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin mengatakan, pihaknya perayaan tradisi Seba masyarakat Baduy dijadwalkan tanggal 2-4 Mei 2025 di Pendopo Lebak.

Perayaan upacara tradisi Seba Baduy masuk dalam Kalender Even Nasional (KEN) 2025, sehingga diharapkan dapat dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

“Kami berharap tradisi Seba itu dapat meningkatkan pendapatan ekonomi pelaku usaha,” katanya. (jat/dam)

Berita Terkait

Polres Lebak Hadirkan Layanan Perpanjangan SIM Online
Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak
OPD Pemprov Banten Diminta Tanggap Masalah Masyarakat
Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api
90 Desa Berpotensi Kekeringan
Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026
Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:33 WIB

Polres Lebak Hadirkan Layanan Perpanjangan SIM Online

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:40 WIB

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:29 WIB

OPD Pemprov Banten Diminta Tanggap Masalah Masyarakat

Senin, 4 Mei 2026 - 12:26 WIB

Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 - 16:33 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Berita Terbaru