Dari Remaja Putri hingga Balita, Program Kota Tangerang Tekan Stunting di 2025

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | TANGERANG

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui serangkaian program terpadu sepanjang tahun 2025. Strategi ini dilakukan mulai dari remaja putri, ibu hamil, balita, hingga layanan rujukan medis. Sehingga penanganan stunting dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, pencegahan stunting membutuhkan intervensi sejak dini. “Kami fokus pada upaya spesifik dan sensitif untuk menurunkan angka stunting. Program kami tidak hanya pada balita, tetapi dimulai sejak remaja putri dan calon pengantin, termasuk ibu hamil,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dokter Dini menjelaskan, pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi memerlukan sinergi semua pihak, mulai dari keluarga, kader posyandu, hingga rumah sakit.

Baca Juga :  Satpol PP Amankan Pemberangkatan Jemaah Haji Kloter 07 JKG

”Program ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menciptakan generasi sehat dan cerdas, dengan intervensi gizi dan kesehatan yang berkelanjutan. Dengan upaya terpadu ini, kami optimis dapat menurunkan angka stunting di Kota Tangerang secara signifikan,” tutup dr. Dini.

Berikut sejumlah program unggulan penurunan stunting di Kota Tangerang:

• Gerakan Aksi Bergizi bagi Remaja Putri, untuk mencegah anemia dan menyiapkan generasi muda yang sehat.
• Pengembangan aplikasi Penganten Sehat dan kerja sama dengan Kementerian Agama untuk pemeriksaan kesehatan calon pengantin.
• Gerakan Ibu Hamil Sehat serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan risiko kurang energi kronis (KEK).
• Pelatihan konseling menyusui bagi petugas puskesmas, untuk memastikan ASI eksklusif bagi bayi.
• Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin, dilengkapi dengan pelatihan antropometri dan surveilans gizi bagi petugas puskesmas serta kader Posyandu.
• Workshop dan lomba kreasi menu PMT lokal di Posyandu, untuk meningkatkan kualitas gizi balita.
• Kerja sama layanan rujukan balita stunting dengan 34 rumah sakit di Kota Tangerang.
• Monitoring dan evaluasi berkala melalui aplikasi SIDATA dan Laksa Gurih untuk memastikan tatalaksana gizi lebih efektif.(Wil)

Berita Terkait

Tak Sekadar Program, BUGAR MOVEMENT Jadi Budaya Baru Pegawai Dinkes Tangerang
Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!
Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN
RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman
Tinawati Salurkan PMT untuk Cegah Stunting di Pandeglang
Anak Terkena Campak? Ini Panduan Perawatan di Rumah dari Dinkes Tangerang
Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN
Pemkot Tangerang Perkuat Standar Kesehatan Ibu dan Anak dengan Kolaborasi Strategis
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:15 WIB

Tak Sekadar Program, BUGAR MOVEMENT Jadi Budaya Baru Pegawai Dinkes Tangerang

Kamis, 16 April 2026 - 13:17 WIB

Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!

Rabu, 15 April 2026 - 15:33 WIB

Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN

Rabu, 15 April 2026 - 15:25 WIB

RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman

Jumat, 10 April 2026 - 11:26 WIB

Tinawati Salurkan PMT untuk Cegah Stunting di Pandeglang

Berita Terbaru

headline

SDN Daan Mogot 3 Matangkan Persiapan TKA Gelombang Pertama

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:38 WIB

headline

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:47 WIB

Budaya

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:45 WIB

headline

Raker Jadi Arah Baru KORPRI Tangerang

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:43 WIB

headline

DPUPR Terunkan Kendaraan Vakum untuk Normalisasi Drainase

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:41 WIB