bantenraya.co | TANGERANG
Perpisahan dan kenaikan kelas siswa SDN Saga 03, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang berlangsung khidmat.
Uniknya, justru diwarnai isak tangis orangtua dan siswa. Momen tangis haru itu pecah, ketika puluhan murid diberi kesempatan untuk sujud di pangkuan sekaligus mencuci kaki orangtua diiringi puisi dan lagu dari para guru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prosesi sujud di pangkuan dan mencuci kaki orangtua itu oleh pihak panitia menyebut sebagai prosesi sujud simpuh.
Kepala SDN Saga 03, Aan Madsuni., M.Pd mengatakan, bahwa sujud simpuh ini diisi dengan prosesi mencuci kaki orangtua.
“Prosesi tersebut untuk menunjukkan bahwa para murid senantiasa berbakti dan memuliakan orang tuanya,” jelasnya.
Aan mengatakan, para murid diminta untuk bersimpuh memohon ampun dan maaf kepada orang tua.
“Semoga setelah lulus di SDN Saga 03 murid yang mengikuti prosesi perpisahan ini dapat menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Aan mengatakan, selain sujud simpuh, perpisahan ini juga diisi berbagai rangkaian, berbagai pentas seni siswa mulai dari kelas satu sampai kelas lima ikut ditampilkan.
“Acara perpisahan dan kenaikan kelas ini murni untuk menampilkan kemampuan siswa dari berkreasi. Karena belajar itu bukan hanya di dalam kelas,” tutup Aan. (*)
Penulis : mas
Editor : dwi teguh







